Jakarta (ANTARA) - Indonesia menegaskan bahwa Kemitraan Strategis ASEAN-Uni Eropa perlu menghasilkan kerja sama yang memberikan dampak konkret pada masing-masing pihak.
“Kita tidak boleh berhenti pada diskusi tentang penyelarasan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan EU Strategy for Cooperation in the Indo-Pacific. Yang lebih penting adalah mewujudkan kerja sama yang konkret,” kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono menurut keterangan tertulis Kemlu RI di Jakarta, Sabtu.
Hal tersebut disampaikan oleh Sugiono dalam ASEAN – EU Ministerial Luncheon di sela-sela EU Indo-Pacific Ministerial Forum di Brussels, Belgia, Kamis (20/11).
Indonesia merupakan penggagas utama AOIP, yang berfungsi sebagai visi strategis ASEAN untuk menjaga Indo-Pasifik tetap damai dan stabil melalui kerja sama inklusif, serta menawarkan respons konstruktif terhadap dinamika dan persaingan kekuatan besar yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono juga menyampaikan harapan agar Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU CEPA) dapat segera diwujudkan guna memperkuat keterbukaan pasar antara kedua kawasan terutama di tengah meningkatnya tren proteksionisme.
