Kota Bekasi (ANTARA) - Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe selaku Pelaksana Harian Wali Kota Bekasi mengatakan anak muda perlu melek politik sebagai kunci masa depan demokrasi berkualitas.
Diskominfo Kota Bekasi, Sabtu, menyampaikan Harris Bobihoe menyatakan hal tersebut saat berbicara pada edukasi politik bertajuk "Ritme Demokrasi, Nada, Narasi, dan Kesadaran Politik Pemuda Jawa Barat" yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat di Asrama Haji Bekasi, Margajaya, Kota Bekasi.
Kegiatan tersebut dihadiri para mahasiswa, pelajar, pengurus dan anggota organisasi kepemudaan, komunitas, dan anak-anak muda kota setempat.
Harris menegaskan Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen meningkatkan literasi politik generasi muda dan dia mengapresiasi kegiatan tersebut karena dapat memberikan pembekalan kepada anak-anak muda untuk memahami politik.
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk bersama-sama memajukan Kota Bekasi yang lebih demokratis dan sejahtera, bisa terus lebih baik untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pendidikan politik, katanya, merupakan salah satu instrumen penting dalam membentuk karakter pelajar sekaligus menumbuhkan kesadaran kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, para generasi muda tidak hanya diperkenalkan pada konsep politik dan demokrasi, tetapi juga didorong untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara serta memiliki kesadaran kritis terhadap dinamika kebangsaan dan kemasyarakatan.
Ia juga memberikan motivasi kepada peserta yang didominasi generasi Z agar percaya diri dalam berkontribusi untuk bangsa.
"Saya mengajak anak-anakku sekalian untuk tidak pernah meragukan kemampuan kalian hanya karena usia. Kalian adalah generasi yang melek digital dan kreatif," katanya disambut tepuk tangan dan antusiasme peserta.
Ia berharap pendidikan politik ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang sehat dan inklusif, sekaligus memberi manfaat besar dalam membangun demokrasi yang matang dan berkeadaban di Kota Bekasi maupun di Jawa Barat.
"Kegiatan seperti ini adalah Jadi, anak muda melek politik merupakan kunci massa depan demokrasi yang semakin berkualitas," katanya.
Baca juga: MUI Bogor berharap kader ulama melek politik
Baca juga: Bupati Bogor ingin perempuan Kabupaten Bogor 'melek' politik
Baca juga: PSP3 IPB dorong mahasiswa melek politik
