Karawang (ANTARA) - Pilot pesawat jenis GA28 AIRPLANE milik PT Wise Air, Kapten Eko Agus Nugroho menduga mesin pesawat terganggu sehingga tak bertenaga (loss power) lalu jatuh di areal persawahan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
"Saat pesawat sudah mencapai ketinggian 5.500 kaki, secara tiba-tiba mesin pesawat seperti tidak bertenaga, 'loss power'," katanya saat berbincang-bincang dengan Bupati Karawang Aep Syaepuloh beserta jajaran Forkopimda saat meninjau lokasi jatuhnya pesawat itu di Karawang, Jawa Barat, Jumat sore.
Setelah itu, lanjutnya, pesawat turun dengan sangat cepat, dari ketinggian 5.500 kaki turun ke ketinggian 500 kaki.
Baca juga: Kapolres Karawang sebut pesawat yang jatuh di Karawang diduga akibat gangguan mesin
Baca juga: Lima awak pesawat milik BRO Skydive Indonesia yang jatuh di Karawang selamat
Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di areal persawahan, guna meminimalisasi risiko kecelakaan.
Ia menyebutkan, pesawat itu, lepas landas dari Bandara Budiharto Tangerang menuju Bandara Cakrabuana Cirebon pada pukul 13.50 WIB.
Menurut Bupati Karawang Aep Syaepuloh, saat ini pesawat yang jatuh masih berada di areal sawah sambil menunggu penanganan dan pemeriksaan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Baca juga: Sebuah pesawat kecil jenis Cessna jatuh di areal sawah di Karawang
Petugas sudah memasang garis polisi di sekitar titik jatuhnya pesawat sehingga warga hanya bisa menyaksikan pesawat itu di radius sekitar 100 meter.
Hal tersebut karena pesawat itu rawan terbakar, menyusul masih adanya bahan bakar di pesawat itu.
Bupati menambahkan, pada peristiwa tak ada korban. Lima awak pesawat semua dinyatakan sehat.
