Karawang (ANTARA) - Aparat kepolisian memasang garis polisi agar masyarakat tidak mendekati pesawat berbadan kecil yang terjatuh di areal persawahan Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
"Kami meminta kerja sama bapak dan ibu sekalian, karena kami rasa cukup ya mengambil dokumentasi, terima kasih banyak atas partisipasinya bapak dan ibu sekalian," kata Kapolsek Cikampek AKP Aji Setiaji di Karawang, Jumat.
Ia menyampaikan agar masyarakat menjauh dari pesawat yang terjatuh untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Kapolsek meminta masyarakat menjauh dari pesawat yang jatuh, karena berdasarkan informasi dari kru pesawat dan pilot, ada bahan bakar yang berbahaya terhubung dengan gas.
Ini rawan informasinya, ada kebocoran sedikit, api bisa menyebar. Jadi kami mohon agar menjauh dari pesawat. Kalau bisa (yang mau melihat pesawat) radius 100-200 meter dari pesawat," katanya.
Supaya masyarakat tidak terlalu dekat dengan pesawat yang jatuh, polisi kemudian memasang garis polisi.
Pesawat berbadan kecil yang terjatuh itu merupakan pesawat milik BRO Skydive Indonesia dengan nomor registrasi PK-WMP. Hal itu terlihat dari tulisan di bagian tubuh pesawat.
Dari informasi pihak kepolisian, pesawat itu terbang dari Tangerang menuju Cirebon, membawa lima orang awak.
Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan fasilitas publik akibat peristiwa jatuhnya pesawat tersebut.
Sementara sebelum terjatuh ke areal persawahan, pesawat tersebut sempat berputar-putar mengelilingi areal persawahan di sekitar Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, Karawang.
