Karawang (ANTARA) - PT Pupuk Kujang ikut melindungi dan merawat Sungai Citarum karena setiap hari, ribuan barel air Citarum digunakan perusahaan sebagai bahan baku produksi.
"Dalam memproduksi pupuk, air memegang peranan penting," kata Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Kujang, Yana Nurahmad Haerudin, saat acara The 1st International Conference on Circular Economy and Sustainability, dalam keterangannya di Karawang, Jabar, Kamis.
Ia menyampaikan, Sungai Citarum sebagai urat nadi kehidupan tak hanya menjadi medium dalam mengairi areal persawahan. Lebih dari itu, perannya di sektor pertanian juga cukup vital, termasuk dalam produksi pupuk.
Ia menyebutkan, setiap hari ribuan barel air Citarum digunakan Pupuk Kujang sebagai bahan penting dalam produksi.
Baca juga: Zulkifli Hasan dorong revitalisasi pabrik Pupuk Kujang
Pupuk Kujang, katanya, telah berpengalaman selama 50-an tahun dalam mengelola air secara efisien dalam proses produksi. Pupuk Kujang menerapkan strategi penggunaan air dengan metode 3 R, yakni reduce, reuse, dan recycle.
"Karena air harus dijaga keberlangsungannya. Kami mengelola air dengan prinsip keberlangsungan dengan ketat,” kata Yana.
Jadi dalam penggunaan air, Pupuk Kujang memastikan tak ada air yang terbuang percuma.
Menurut dia, air yang digunakan dalam satu tahapan proses dibersihkan dan dialirkan kembali untuk digunakan pada tahapan atau kebutuhan lainnya.
Yana mencontohkan, air yang dipanaskan menjadi uap untuk menggerakkan turbin didinginkan kembali untuk keperluan lainnya.
Baca juga: Pupuk Kujang mulai bangun pabrik NPK Nitrat guna kurangi ketergantungan impor
Ia mengatakan, sebagai perusahaan yang membuat pupuk dengan bahan baku air, gas, dan udara, Pupuk Kujang memaknai sungai Citarum sebagai sumber penting yang menyokong salah satu bahan bakunya.
Atas hal itu, perusahaan terus merancang berbagai program untuk melindungi sungai terpanjang di Jawa Barat itu.
“Kita melihat air dari Citarum ini sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan, alhasil ekosistem sungainya harus kita jaga, termasuk di hulu dan hilir Citarum,” kata Yana.
Salahsatu program yang saat ini sedang dilakukan adalah Kuwatan Sadesa, atau akronim dari Kujang Merawat Hutan Sejahterakan Desa.
Program itu dilakukan di kaki Gunung Malabar, sebuah bagian penting dari hulu Sungai Citarum yang menyokong keberlangsungan berbagai mata air yang membentuk bagian hulu Citarum.
“Program itu berupaya mengembalikan kondisi hutan Malabar menjadi rimbun, dan mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan hutan tanpa merusaknya, misalnya dengan budidaya kopi,” kata Yana.
Baca juga: Pupuk Kujang mulai bangun pabrik NPK Nitrat guna kurangi ketergantungan impor
Program itu juga meraih sejumlah penghargaan. Teranyar, meraih predikat Silver di ajang Indonesia Circular Economy Awards (ICEA). Dalam ajang tersebut, Pupuk Kujang juga meraih sejumlah penghargaan lainnya untuk perannya di bidang keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Selain peduli kepada air, Pupuk Kujang juga turut mengelola emisi untuk menjaga kualitas udara. Misalnya mengelola buangan gas CO2 dan mengubah emisi menjadi produk bernilai ekonomi bernama dry ice. Perusahaan meraih platinum untuk upayanya mengubah limbah gas menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang meningkatkan pendapatan (revenue) sekaligus menurunkan emisi karbon.
