Bogor (ANTARA) - Di tengah aktivitas masyarakat sehari-hari, ada saja kejadian yang tidak terduga yang membuat orang tua harus sigap menjaga kesehatan sang anak. Itulah yang dialami Siti Halimah (38) seorang Ibu Rumah Tangga yang datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mendaftarkan anaknya. Dari cerita siti anaknya mengalami kejadian yang sangat mengejutkan, kemasukan benda kecil di hidung, dan harus segera mendapatkan penanganan medis. Pengalaman ini mengingatkan kita bahwa kesehatan anak sangatlah rentan, dan setiap orang tua tentu ingin memastikan anak nya mendapatkan pelayanan terbaik.
“Awalnya saya panik sekali karena anak saya tiba-tiba menangis kencang, ternyata ada benda kecil yang masuk ke dalam hidungnya. Saya langsung kepikiran harus segera dibawa kerumah sakit atau klinik terdekat. Tapi kemudian saya sadar bahwa anak saya belum terdaftar di BPJS. Jadi saya buru-buru datang ke kantor BPJS untuk daftarin anak,” ungkap Siti, Kamis (31/10).
Siti sudah sangat lama menjadi peserta BPJS dan beberapa kali menggunakan layanannya untuk berobat jalan. Namun anak nya yang masih kecil belum sempat dia daftarkan, kejadian ini lah yang akhirnya membuat ia merasakan perlu segera didaftarkan. Banyak orang tua yang kerap menunda mendaftarkan anak ke BPJS Kesehatan dengan alasan menunggu kebutuhan, tapi ternyata situasi darurat bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi.
Baca juga: Pegawai swasta ini empat kali DBD semua ditanggung BPJS Kesehatan
Baca juga: Dulu ragu kini bersyukur, kisah Sukirman berobat tanpa keluar biaya
“Kalau tanpa BPJS saya takut sekali karena biaya nya yang mahal, apalagi anak kecil suka ngga bisa diam, kadang harus ada tindakan khusus dari dokter, jadi menurut saya punya BPJS itu sangat membantu sekali, biayanya jauh lebih ringan, kita bisa jauh lebih tenang kalau ada kejadian darurat yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses pendaftaran tidak terlalu sulit, ia hanya membawa dokumen yang diperlukan saja seperti kartu keluarga, KTP, dan akta kelahiran anak. Saat ia ke kantor BPJS ia mendapat penjelasan alur pendaftaran, pilihan kelas perawatan, hingga cara mengaktifkan kartu agar bisa langsung dipakai jika diperlukan. Pengalaman ini menjadi contoh nyata bagaimana BPJS Kesehatan berperan penting dalam menjamin kesehatan masyarakat dengan iuran yang relatif terjangkau, setiap peserta mendapatkan akses layanan kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.
“Menurut saya semua orang tua sebaiknya jangan menunggu anak sakit dulu baru daftar lebih baik dari awal sudah ada jaminan. Saya kemarin benar-benar ngerasain paniknya nggak karuan banget, untung BPJS cepat diurus, jadi saya bisa jauh lebih tenang,” tambahnya.
Baca juga: Sembuh usus buntu, tak keluar uang berkat BPJS Kesehatan
Pengalaman ini harus menjadi cerminan bagi banyak orang tua di Indonesia, tidak ada yang tahu kapan musibah datang, dan tidak semua kondisi bisa ditangani di rumah. Benda kecil yang masuk ke hidung anak misalnya, terlihat seperti sepele namun jika terlambat mendapatkan pertolongan medis, bisa membahayakan keselamatan. Banyak keluarga merasakan manfaatnya terutama ketika menghadapi kondisi mendesak, seperti yang dialami anak kecil ini.
“Saya mau mengajak seluruh orang tua untuk jangan ragu buat menjadi peserta dari BPJS kesehatan, setidaknya kita sudah siap kalau ada hal-hal mendadak. Hidup sehat memang sangat penting tapi kita juga harus siap kalau tiba-tiba sakit, dengan BPJS juga setidaknya kita tidak sendirian menghadapi biaya yang mahal. Saya dan keluarga sudah membuktikan sendiri bagaimana manfaatnya,” ungkapnya.
Akhirnya pengalaman ini memberi pelajaran berharga kesehatan anak adalah prioritas utama, dan perlindungan melalui BPJS bisa menjadi penopang di saat tak terduga. Dengan semakin banyak orang tua sadar akan pentingnya jaminan kesehatan, harapan untuk generasi yang lebih sehat dan terlindungi bisa terwujud.
