Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meminta guru menyiapkan siswa dengan kompetensi abad 21 melalui pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan menggembirakan.
"Ini tentunya adalah bentuk bagaimana kita menyiapkan generasi-generasi yang akan datang dengan kemampuan untuk abad 21," ujar Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen , Rachmadi Widdiharto seusai mengajar dalam "Program Direktur Mengajar" di kelas 6 SD Pujokusuman, Kota Yogyakarta, Kamis.
Ia mengatakan sejumlah program prioritas seperti pembelajaran mendalam, Matematika Gembira, konseling, serta pengenalan "coding" dan literasi digital menjadi bagian dari kesiapan kompetensi abad 21.
Meski begitu, menurut dia, kemampuan teknologi perlu berjalan seimbang dengan penguatan karakter, nilai, dan attitude agar siswa tidak hanya kuat secara kognitif, tetapi juga siap menghadapi tantangan era digital.
Baca juga: Ombudsman RI minta TKA terus dikembangkan pascalihat posko Kemendikdasmen
Rachmadi menilai siswa saat ini sangat aktif mengikuti isu dan informasi yang cepat menyebar sehingga menjadi tantangan bagi guru untuk mengimbangi dan mendampingi mereka.
"Bagaimana teman-teman guru itu juga bisa memanfaatkan sumber-sumber belajar yang notabene-nya anak-anak pun juga bisa mempunyai akses. Ini menjadi tantangan di era teknologi saat ini," ucap dia.
Karena itu, ia pun mendorong guru meredefinisi pembelajaran agar lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, serta mampu menantang rasa ingin tahu dan kemampuan bernalar kritis siswa.
Saat mengajar di kelas 6 SD Pujokusuman Yogyakarta, Rachmadi mengaku mencontohkan bagaimana konsep bangun ruang dapat dikaitkan dengan profesi yang diinginkan siswa, seperti dokter, musisi, maupun polisi wanita.
Baca juga: Revitalisasi UKS untuk pendidikan holistik
Pendekatan tersebut, menurut dia, membantu siswa memahami manfaat pembelajaran dan membuat rasa ingin tahu tumbuh.
"Artinya anak itu paham, saya belajar itu untuk apa? Ini manfaatnya apa? Bagaimana ini bisa menantang mereka untuk lebih, rasa ingin tahu anak itu lebih tertanam, bernalar kritis itu bisa dibangun," jelas dia.
Rachmadi menambahkan, Program Direktur Mengajar merupakan bagian dari rangkaian Bulan Guru Nasional yang diluncurkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperingati Hari Guru Nasional 2025.
Rangkaian Bulan Guru Nasional juga mencakup berbagai agenda seperti webinar dan podcast untuk mengamplifikasi peran guru dan tenaga kependidikan dalam menyediakan pendidikan bermutu bagi semua melalui Partisipasi Semesta, mulai dari UPT, pemerintah daerah, dinas pendidikan, hingga media.
"Harapan dari Pak Mendikdasmen yaitu pendidikan bermutu untuk semua. Semua mempunyai akses, mempunyai kesempatan yang bermutu, berkualitas melalui Partisipasi Semesta," tutur Rachmadi.
Saat mengajar di kelas 6 SD Pujokusuman Yogyakarta, Rachmadi mengaku mencontohkan bagaimana konsep bangun ruang dapat dikaitkan dengan profesi yang diinginkan siswa, seperti dokter, musisi, maupun polisi wanita.
Baca juga: Revitalisasi UKS untuk pendidikan holistik
Pendekatan tersebut, menurut dia, membantu siswa memahami manfaat pembelajaran dan membuat rasa ingin tahu tumbuh.
"Artinya anak itu paham, saya belajar itu untuk apa? Ini manfaatnya apa? Bagaimana ini bisa menantang mereka untuk lebih, rasa ingin tahu anak itu lebih tertanam, bernalar kritis itu bisa dibangun," jelas dia.
Rachmadi menambahkan, Program Direktur Mengajar merupakan bagian dari rangkaian Bulan Guru Nasional yang diluncurkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperingati Hari Guru Nasional 2025.
Rangkaian Bulan Guru Nasional juga mencakup berbagai agenda seperti webinar dan podcast untuk mengamplifikasi peran guru dan tenaga kependidikan dalam menyediakan pendidikan bermutu bagi semua melalui Partisipasi Semesta, mulai dari UPT, pemerintah daerah, dinas pendidikan, hingga media.
"Harapan dari Pak Mendikdasmen yaitu pendidikan bermutu untuk semua. Semua mempunyai akses, mempunyai kesempatan yang bermutu, berkualitas melalui Partisipasi Semesta," tutur Rachmadi.
