Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengirim 60 pelajar jenjang SMP ke barak militer untuk mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) selama sepekan ke depan di Markas Yonif 202/Tajimalela, Kota Bekasi.
"Kegiatan ini diikuti 60 siswa dari 42 SMP se-Kabupaten Bekasi sebagai upaya penguatan karakter, kedisiplinan dan kepemimpinan generasi muda," kata Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang di Kota Bekasi, Rabu.
Dia mengatakan program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menanamkan mental yang tangguh serta pembiasaan positif bagi peserta didik tingkat SMP di Kabupaten Bekasi.
"Alhamdulillah, hari ini saya diberikan kesempatan melihat langsung anak-anak yang kami titipkan di batalyon ini. Harapan saya, siswa pulang dengan semangat patriot, semangat yang lebih baik untuk mendedikasikan diri sebagai generasi emas," katanya.
Bupati turut menyoroti maraknya aksi tawuran antarkelompok pelajar. Kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu mengalihkan energi siswa ke aktivitas yang lebih positif serta membangun karakter.
"Tadi saya sudah sampaikan, kegiatan seperti ini bisa merileksasi dan membatasi agar anak-anak tidak terkontaminasi hal-hal negatif. Mereka ini adalah aset daerah, aset negara," katanya.
Bupati mengimbau segenap kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk lebih dekat secara emosional dengan para siswa agar semangat mereka tersalurkan ke arah yang positif serta produktif.
"Guru-guru perlu lebih dekat lagi secara batin dan persuasif. Anak-anak ini adalah petarung sehingga perlu diarahkan dengan baik. Karena itu, saya berterima kasih kepada Komandan Yonif yang telah menerima dan melatih anak-anak kami," katanya.
Pemkab Bekasi bersinergi dengan TNI sebagai penegasan komitmen menghadirkan program pembinaan karakter secara berkelanjutan. "Prajurit di sini melatih dengan penuh dedikasi untuk membentuk karakter anak-anak kita menjadi pejuang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara," tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturachman menambahkan kegiatan LDKS ini berlangsung secara berkelanjutan untuk membuka kesempatan bagi sekolah yang belum berpartisipasi akibat keterbatasan anggaran.
"Program ini sebenarnya sudah berjalan setiap tahun. Hanya saja pada tahun 2025 ini berbeda karena waktu pelaksanaannya ditambah menjadi tujuh hari," katanya.
Imam mengatakan materi LDKS telah selaras dengan arahan Bupati Bekasi, yakni mencakup bela negara, kedisiplinan, pendidikan karakter hingga penyaluran talenta siswa.
Dia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan agar setelah menjalani kegiatan tersebut mampu menjadi kebanggaan orang tua, bangsa dan negara.
"Yang penting ada kemauan. Sesuatu yang sulit akan jadi mudah kalau ada kemauan. Saya yakin anak-anak bisa membuat bangga orang tua, bangsa dan negara. Yang terpenting, carilah ridho orang tua karena dengan itu kalian akan sukses dan beruntung," katanya.
Baca juga: Bupati Purwakarta kembali kirim puluhan pelajar SMa/SMK ke barak militer
Baca juga: Pendidikan: antara pendekatan seperti barak militer dan berbasis "Kurikulum Cinta"
Baca juga: Pemkot Depok 90 anak mulai jalani program pembinaan karakter dan bela negara
