Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan harapannya agar pengamat dari ASEAN ikut menyaksikan pembersihan ranjau di perbatasan Thailand-Kamboja, surat kabar The Nation melaporkan pada Selasa (18/11).
Juru bicara pemerintah Thailand Siripong Angkasakulkiat mengatakan dalam jumpa pers bahwa kehadiran ASEAN akan mencegah tuduhan dari Kamboja dan juga menghindari eskalasi lebih lanjut dalam konflik perbatasan kedua negara.
Anutin telah memerintahkan Kementerian Pertahanan Thailand mempercepat pembersihan ranjau di wilayah mereka setelah menuduh Kamboja menolak rencana pembersihan itu di kedua sisi perbatasan.
"Kami telah membersihkan lima area sejauh ini, dan kami akan melanjutkan dengan delapan area lainnya," kata Menteri Pertahanan Thailand Natthaphon Narkphanit seperti dikutip surat kabar itu.
Baca juga: JICA, PBB perluas kerja sama penanggulangan ranjau di Afrika
Pada 10 November, empat tentara Thailand terluka setelah menginjak ranjau saat berpatroli di sepanjang garis demarkasi sementara yang ditetapkan dalam protokol penetapan batas Thailand–Kamboja 2000 dan 2001.
Thailand menanggapi insiden itu dengan menangguhkan perjanjian damai dengan Kamboja pada Oktober.
