Sampit (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, membenahi sistem pengangkutan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah.
"Selain masalah armada, pembenahan sistem ini juga sangat penting. Alhamdulillah, setelah kami lakukan itu, secara bertahap kelihatan dampaknya," kata Kepala DLH Kotim Marjuki di Sampit, Rabu.
Pembenahan yang dilakukan mulai dari pengaturan jam angkut sampah, pelibatan petugas pengangkut sampah yang tergabung dalam Komunitas Perkumpulan Persaudaraan Pengangkut Sampah (Pedrosa), hingga pemilahan sampah.
Baca juga: Pemkot Sukabumi gelar sayembara pengelolaan sampah diikuti 33 kelurahan
Baca juga: Pemkab Gunung Mas gencarkan gerakan pengelolaan dan pilah sampah
Hingga volume sampah yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah terus berkurang. Sinergi pembuangan sampah oleh komunitas Pedrosa ke delapan depo sampah di Sampit sudah berjalan baik.
"Sampah tidak sampai menumpuk di depo karena langsung diangkut ke TPA sampah. Depo juga menjadi bersih dan tidak bau karena tidak ada sampah tersisa," ujarnya.
Kerja sama ini juga semakin efektif dari sisi kepastian waktu kerja. Kini pengangkutan di depo rata-rata sudah selesai pada siang hari sehingga petugas mempunyai waktu untuk beristirahat.
Baca juga: Elnusa dukung pengelolaan sampah berbasis komunitas
Pemilihan sampah yang mulai bisa dilakukan di beberapa depo, juga membuat sampah yang diangkut ke TPS menjadi berkurang. Dampaknya sangat efektif terhadap waktu pengangkutan dan volume sampah yang diangkut.
"Sekarang rata-rata hanya berkisar 15 sampai 17 rit per hari dengan volume sampah sekitar 70 ton. Bahkan terkadang hanya 10 rit per hari karena volume sampah tiap hari fluktuatif. Jauh berkurang dibanding dulu yang sampai 25 hingga 35 rit dengan volume sampai 130 ton per hari," ujar Marjuki.
Saat ini Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur memiliki pegawai di lapangan yang terdiri 53 orang PPPK dan 115 orang PPPK Paruh Waktu. Rencananya akan diupayakan penambahan tenaga outsourcing 29 orang.
