Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya potensi banjir rob di sekitar perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) 19 sampai 26 November 2025 akibat kemunculan fase bulan baru.
"Kami imbau warga agar waspada dan siaga menghadapi dampak dari pasang air laut maksimum," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB Satria Topan Primadi di Mataram, Rabu.
Fase bulan baru terjadi akibat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga Bulan tampak gelap dari Bumi lantaran sisi terang sepenuhnya menghadap Matahari. Ketika fase bulan baru, kata dia, maka air laut mengalami pasang akibat daya tarik gravitasi Bulan dan Matahari yang sejajar dengan Bumi.
Baca juga: 40 KK terdampak banjir rob di Kelurahan Maesa Parigi Moutong pada Senin malam
Baca juga: Jakarta siagakan 560 unit pompa stasioner antisipasi banjir rob
BMKG memperkirakan ketinggian pasang maksimum di Lembar, Kabupaten Lombok Barat, dapat mencapai lebih dari 1,9 meter dengan waktu pasang berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 02.00 WITA.
Satria mengatakan pasang air laut maksimum di Sape, Kabupaten Bima, diperkirakan lebih dari 1,8 meter dengan waktu pasang terjadi pada pukul 21.00 sampai 05.00 WITA.
"Ketinggian gelombang laut di Lembar maupun Sape berkisar antara 1,25 sampai 2,5 meter," ujarnya.
