Kabupaten Bogor (ANTARA) - Dua program inovasi Kabupaten Bogor, yakni aplikasi Ngupahan dan SiGardaMas, menjadi unggulan dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2025 setelah diverifikasi langsung oleh tim dari Kementerian Dalam Negeri serta Kemenko Polhukam di Cibinong, Selasa.
Tim validasi meninjau penerapan aplikasi Ngupahan di Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan inovasi SiGardaMas di RSUD Dr. K.H. Idham Chalid Ciawi sebagai bagian dari proses penilaian daerah inovatif.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang inovatif.
“Kami tidak melakukan persiapan khusus, karena keseharian kami memang seperti ini. Inovasi bukan hanya dibuat untuk lomba, tetapi karena memang dibutuhkan masyarakat,” kata Ajat.
Baca juga: Pemkab Bogor tampilkan dua inovasi unggulan di ajang IGA 2025
Baca juga: Pemkab Bogor raih penghargaan IGA 2024
Ia menjelaskan Kabupaten Bogor memiliki wilayah sangat luas dengan enam juta jiwa penduduk, sehingga diperlukan terobosan yang mempermudah akses layanan. Salah satunya adalah aplikasi Ngupahan yang memperpendek rentang kendali.
“Kadang pergi ke satu titik lebih jauh daripada ke Bandung. Karena itu, aplikasi Ngupahan sangat membantu, terutama bagi daerah-daerah pelosok,” ujarnya.
Ngupahan, singkatan dari Ngabagi, Ngubah, dan Ngurai Sampah Makanan, diperkenalkan sebagai solusi pengelolaan pangan berkelanjutan yang terintegrasi dengan Taman B2SA digital. Program ini mendukung pola konsumsi bergizi serta pengurangan sampah pangan.
Selain itu, tim validasi juga melihat inovasi SiGardaMas (Strategi Optimalisasi Rujukan Gawat Darurat Berbasis Masyarakat) di RSUD Idham Chalid. Program tersebut meningkatkan kecepatan respon kegawatdaruratan melalui edukasi publik dan penguatan jejaring rujukan.
Baca juga: Pemkab Bogor andalkan dua inovasi "Lapor Pak" dan "Saur Sepuh" di IGA Award 2024
Ajat meminta seluruh unit kerja menampilkan kondisi apa adanya di hadapan tim penilai. “Ceritakan apa adanya saja, tidak perlu dihias-hias. Itu justru yang memperkuat pelayanan kita di lapangan,” tegasnya.
Kedua inovasi tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkab Bogor untuk menghadirkan layanan publik adaptif, responsif, dan berbasis kebutuhan warga.
Ia berharap proses penilaian IGA Award 2025 dapat memberikan hasil terbaik dan mendorong percepatan inovasi pelayanan publik di Kabupaten Bogor.
