Bogor (ANTARA) - Pagi ini suasana kantor BPJS Kesehatan tampak cukup ramai, beberapa masyarakat terlihat menunggu giliran sambil membawa dokumen persyaratan. Salah satunya adalah Yulia (35) seorang ibu rumah tangga yang datang dengan tujuan khusus, ia ingin mendaftarkan anaknya ke dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan sekaligus mengaktifkan kembali kepesertaannya yang sempat terblokir.
“Saya dulu sempat memakai BPJS Kesehatan untuk berobat ke klinik dan sangat terbantu. Waktu itu saya sakit flu cukup parah, lalu periksa di klinik dekat rumah. Semua biaya sudah ditanggung, jadi saya tidak keluar uang sama sekali. Rasanya lega sekali karena pelayanan juga cukup cepat dan jelas. Tapi setelah beberapa bulan, kartu saya terblokir karena ada kendala iuran yang tidak terbayar,” ucapnya, Senin (13/10).
Cerita ini bukan hal baru, banyak peserta JKN yang kadang menghadapi masalah ketika lupa atau terlambat membayar iuran bulanan. Kondisi tersebut membuat kepesertaan tidak aktif, padahal keberadaan BPJS seringkali sangat dibutuhkan di saat-saat genting, terutama ketika mendadak sakit atau harus berobat, ia mengaku pengalaman sebelumnya membuatnya tidak ingin menunda lagi. Apalagi kini ia sudah memiliki seorang anak yang perlu mendapatkan perlindungan kesehatan.
Baca juga: JKN bantu pengobatan anemia wanita muda asal Bogor
“Anak saya masih kecil jadi menurut saya penting banget punya BPJS. Kalau tiba-tiba sakit kan kita nggak pernah tau. Dengan BPJS Kesehatan saya lebih tenang karena bisa langsung bawa berobat tanpa mikirin biaya besar, jadi hari ini saya putuskan untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan supaya bisa daftarin anak sekaligus aktifin lagi punya saya,” ungkapnya.
Di meja layanan petugas tampak menjelaskan kepada Yulia mengenai prosedur, ia membawa dokumen berupa Kartu Keluarga (KK), KTP, serta akta kelahiran anak. Proses ini memang menjadi syarat umum untuk pendaftaran anggota keluarga baru dalam satu KK. Selain itu yulia juga perlu menyelesaikan tunggakan iuran agar kepesertaannya bisa diaktifkan kembali.
“Petugasnya ramah sekali saya diarahkan dengan jelas, jadi saya tidak bingung harus bagaimana. Setelah bayar tunggakan, status kepesertaan saya aktif kembali. Anak saya juga langsung terdaftar, rasanya lega sekali karena sekarang keluarga kami sudah terlindungi,” ucapnya.
Baca juga: Program JKN mudahkan akses layanan Kesehatan bagi pekerja muda
BPJS Kesehatan memang menjadi jaminan kesehatan yang penting bagi banyak masyarakat. Biaya pelayanan kesehatan yang sering kali tidak terduga bisa menjadi beban besar jika ditanggung sendiri. Dengan adanya BPJS masyarakat hanya perlu membayar iuran sesuai kelas yang dipilih, lalu bisa mengakses layanan kesehatan di fasilitas yang bekerja sama.
“Dulu saya sering menyepelekan sampe lupa bayar iuran, tapi sekarang saya sadar jangan sampai begitu lagi. Karena waktu butuh ternyata sangat membantu, jadi saya mulai rutin untuk bayar setiap bulannya, supaya tidak ada kendala lagi,” ujarnya.
Proses pendaftaran anak Yulia sekaligus aktivasi kembali kepesertaannya selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dengan adanya teknologi digital kini peserta juga bisa mengakses informasi secara lebih mudah. Aplikasi Mobile JKN misalnya memungkinkan peserta memeriksa status kepesertaan, fasilitas kesehatan terdaftar, hingga riwayat pembayaran.
Baca juga: Raihan: Terima kasih BPJS Kesehatan, saya bisa berobat tipes dan cabut gigi gratis!
“Sekarang saya merasa lebih tenang kalau anak sakit saya nggak perlu panik soal biaya tinggal bawa kartu BPJS, bisa langsung ditangani di klinik atau rumah sakit. Jadi saya juga mau ngajak orang lain, terutama para ibu jangan tunda daftar BPJS untuk kepentingan keluarga,” ungkapnya.
Masyarakat harus mengambil pelajaran dari kisah ini, jangan tunda untuk mendaftar atau mengaktifkan kembali BPJS, bayarlah iuran dengan disiplin agar manfaat perlindungan kesehatan bisa terus dirasakan tanpa hambatan, sehat adalah investasi terbesar yang tidak ternilai harganya.
