Kabupaten Bogor (ANTARA) - Polres Bogor menerapkan pola penindakan berbasis teknologi pada Operasi Zebra Lodaya 2025, dengan 95 persen pelanggaran lalu lintas ditindak melalui tilang elektronik atau ETLE dan hanya lima persen melalui tilang manual.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto mengatakan Operasi Zebra Lodaya 2025 dilaksanakan dengan komposisi kegiatan preemtif 40 persen, preventif 40 persen, dan represif 20 persen.
“Pada porsi represif itu, sebanyak 95 persen penindakan dilakukan melalui ETLE dan hanya lima persen yang ditilang secara manual,” ujar Ardian saat hari pertama pelaksanaan operasi di Cibinong, Senin.
Baca juga: Polres Sukabumi Kota pasang puluhan spanduk sosialisasi Operasi Zebra Lodaya 2024
Ia menjelaskan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) merupakan sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis kamera dan teknologi yang secara otomatis menangkap pelanggaran tanpa interaksi langsung petugas di lapangan. Bukti pelanggaran kemudian diverifikasi dan diterbitkan konfirmasi kepada pengendara.
Adapun kegiatan preemtif dalam operasi tersebut meliputi sosialisasi, pemasangan spanduk, penyebaran brosur, hingga kegiatan Polantas Menyapa di kawasan pabrik maupun komunitas pengguna jalan.
Untuk preventif, jajaran Satlantas melakukan penjagaan dan patroli pada pagi dan sore hari. Pada rentang pukul 09.00–12.00 dan 15.00–18.00, petugas menggelar patroli mobile di sepanjang Jalan Tegar Beriman, Edy Yoso, Ipik Gandamana, Soekarno-Hatta, hingga koridor Jakarta–Bogor.
Baca juga: Dua hari Operasi Zebra Lodaya 2024 Satlantas tilang puluhan pengendara di Sukabumi
Ardian menyebutkan selama patroli tersebut, petugas tetap dapat melakukan penindakan apabila menemukan pelanggaran kasat mata.
"Arahannya saat ini kami juga diperkenankan menggelar razia stasioner yang digabung dengan kegiatan preventif patroli,” katanya.
Sebanyak 185 personel diterjunkan dalam Operasi Zebra Lodaya 2025, dengan lebih dari 100 anggota Satuan Lalu Lintas terlibat di seluruh satgas preemtif, preventif, dan represif.
Ardian mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor untuk lebih tertib dalam berlalu lintas dan melengkapi dokumen berkendara. Operasi Zebra Lodaya 2025 menargetkan penurunan pelanggaran, kecelakaan, serta fatalitas korban.
Baca juga: Polres Bogor gelar Operasi Zebra Lodaya hingga 27 Oktober
Ia menambahkan rute patroli pada pekan pertama masih difokuskan di kawasan Cibinong Raya meliputi ruas Jakarta–Bogor, Pancakarsa, dan Tegar Beriman yang ditetapkan sebagai kawasan tertib berlalu lintas.
“Pada minggu berikutnya akan dilakukan analisa dan evaluasi terkait kemungkinan pergeseran rute patroli,” ujarnya.
