Karawang (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) bersama masyarakat Desa Sukajaya di Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memanfaatkan limbah cangkang rajungan menjadi pupuk cair.
Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ R Ery Ridwan dalam keterangannya yang diterima di Karawang, Senin, mengatakan kawasan pesisir utara Desa Sukajaya banyak menghasilkan tumpukan limbah cangkang rajungan. Daerah itu memang merupakan daerah sentra rajungan.
Setiap hari, kata Ery, ratusan kilogram rajungan segar hasil tangkapan nelayan langsung diolah di daerah tersebut. Dagingnya dipisahkan secara telaten, dikemas, lalu dijual ke pabrik-pabrik besar, ada juga yang diekspor.
Baca juga: PHE ONWJ berdayakan warga Karawang untuk olah limbah cangkang rajungan
Namun di balik geliat ekonomi usaha rajungan, cangkang-cangkang yang tak lagi bernilai ekonomi dibuang begitu saja oleh masyarakat. Limbah tersebut dibiarkan menggunung dan berpotensi menyebabkan pencemaran udara, air, dan tanah.
Ery mengatakan kini masalah yang dianggap buntu itu menemukan jalan keluar setelah PHE ONWJ memelopori sebuah inovasi pengolahan limbah cangkang rajungan.
"Melalui program pemberdayaan masyarakat, limbah cangkang rajungan yang tadinya tak bernilai, kini disulap menjadi pupuk cair berkualitas tinggi," katanya.
Inisiatif tersebut, menurut dia, tidak hanya sekadar program daur ulang. Inovasi teknologi tepat guna itu mentransformasi limbah dari sumber masalah lingkungan menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan di sektor pertanian dengan menyediakan pupuk yang berasal dari olahan limbah cangkang rajungan.
Baca juga: Limbah minyak mentah kembali cemari perairan Karawang
Menurut Ery, program tersebut menjadi bukti nyata bahwa operasi hulu migas di lepas pantai tidak bisa dipisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat di darat. Kehadiran industri, katanya, harus menjadi katalisator penyelesaian masalah sosial dan lingkungan.
"Tanggung jawab kami sebagai perusahaan penghasil migas tidak selesai saat minyak atau gas diangkat dari anjungan. Tanggung jawab itu meluas hingga ke pesisir, memastikan bahwa kehadiran kami membawa dampak positif yang nyata dan terukur," katanya.
