Depok (ANTARA) - Sebagai salah satu program jaminan kesehatan yang terbesar di Indonesia, BPJS Kesehatan terus menjadi penopang utama dalam memberikan pelayanan kesehatan. Sudah banyak testimoni terkait pengalaman masyarakat yang merasakan manfaat layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk berobat, termasuk Hery Wibowo (47).
Salah satu warga Kecamatan Pasar Minggu ini telah menjadi peserta JKN lebih dari lima tahun lamanya. Saat ditemui oleh Tim Jamkesnews, Hery mengaku menggunakan layanan JKN tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk seluruh anggota keluarganya. Jika sedang mengalami sakit ringan seperti demam, batuk, pilek, ia selalu memeriksakan diri ke puskesmas terdekat yang terdaftar sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kamis (30/10).
“Saya pakai BPJS sudah lebih dari lima tahun kayaknya. Saya terdaftar bersama istri dan anak saya sebagai peserta yang gratis dari pemerintah dan iuran kami sudah dibayarin pemerintah juga setiap bulannya. Alhamdulillah tak hanya Program JKN saja yang membantu, tetapi pemerintah juga bantuin bayarin iurannya. Jadi kalau lagi sakit sudah tidak takut lagi mau periksa ke dokter. Dulu kan sebelum adanya JKN banyak orang yang sakit dan tidak mau ke dokter karena takut biayanya mahal. Kalau sekarang lagi demam atau flu aja pasti berobat ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan langsung dari dokter. Kebetulan kami terdaftarnya di Puskesmas Pasar Minggu dan dekat juga dari tempat tinggal. Selama lima tahun menggunakan JKN, sudah banyak manfaat kesehatan yang kami dapatkan,” ungkap Hery.
Baca juga: Anggota Polri sembuh dari abses hati berkat perlindungan program JKN
Baca juga: Adri ojol Depok: JKN penyelamat saat istri melahirkan
Hery juga menceritakan pengalaman yang menurutnya cukup berkesan saat ia harus berobat mata menggunakan Program JKN. Saat itu ia berniat ingin mengganti kacamata miliknya dan ia baru tahu ternyata peserta JKN juga bisa menerima manfaat klaim kacamata secara gratis sesuai plafon klaim BPJS Kesehatan. Hery diberikan rujukan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis mata di rumah sakit.
Selain itu, anaknya juga merasakan manfaat Program JKN untuk perawatan gigi. Hery menjelaskan bahwa penggunaan program ini berjenjang, dimana peserta JKN harus ke FKTP terlebih dahulu untuk diperiksa oleh dokter sebelum melanjutkan pengobatan ke rumah sakit sesuai dengan rujukan dokter. Ia mengaku puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh puskesmas maupun rumah sakit.
“Saya kan emang pakai kacamata karena mata minus dan ternyata kacamata bisa dijamin JKN tapi cuma sekali dalam dua tahun. Waktu awal periksa saya diarahkan ke puskesmas, baru setelahnya dikasih rujukan ke spesialis mata untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah mendapat resep dari dokter spesialis, saya diarahkan untuk menebus kacamata di optik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Semuanya dijamin, cuma kan ada nominal klaim untuk alat bantu kesehatan dan kalau harga kacamatanya lebih dari plafon klaim kita sendiri yang nambahin. Tapi menurut saya itu tidak jadi masalah karena pelayanan yang saya dapatkan sangat baik dan dari awal semua tindakan medisnya juga ditanggung Program JKN. Anak saya juga waktu itu berobat gigi lalu dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati dan semuanya gratis,” ujar Hery.
Baca juga: Anis syukuri hadirnya Program JKN di tengah keluarganya.
Selama menjalani berbagai tindakan medis, Hery mengaku merasa sangat terbantu dari segi biaya. Menurutnya semua masyarakat tanpa memandang status sosial pasti membutuhkan jaminan kesehatan ditengah tingginya biaya untuk berobat. Dari segi pelayanan kesehatan sudah cukup baik dan ia juga berharap semua fasilitas kesehatan (faskes) yang menjadi mitra BPJS Kesehatan terus memberikan pelayanan yang prima.
Meskipun selalu berobat menggunakan jaminan JKN, tak pernah sekalipun Hery atau keluarganya merasa dibeda-bedakan oleh petugas faskes. Di akhir perbincangan, Hery juga memberikan pesan kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Menurutnya, keikutsertaan dalam program ini akan memberikan banyak manfaat, terutama untuk perlindungan jangka panjang.
“Kalau soal biaya, puas lah, sangat merasa terbantu juga ditengah mahalnya biaya berobat saat ini karena semuanya sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Asalkan kepesertaan JKN kita aktif kalau lagi sakit pasti dijamin kok. Saya dan keluarga walaupun terdaftar sebagai peserta JKN, pelayanan yang kami terima di puskesmas atau rumah sakit tetap maksimal tanpa membeda-bedakan status pasien mau dia asuransi swasta atau BPJS sekalipun tetap dilayanin dengan baik. Dengan pengalaman yang saya rasakan ini, saya berharap kedepannya semoga masyarakat yang belum bergabung sebagai peserta JKN agar segera mendaftarkan diri karena sakit tidak ada yang tau kapan datangnya. Meskipun sekarang tidak sakit, tapi dengan terdaftar sebagai peserta JKN bisa buat jaga-jaga pas butuh,” ujarnya menutupi wawancara hari itu.
