Depok (ANTARA) - Desy (48), warga Kota Depok, terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2014 disaat pertama kali BPJS Kesehatan hadir. Diketahui ia dan keluarganya terdaftar sebagai peserta dari perusahaan tempat suaminya bekerja.
Sesuai dengan peraturan dari pemerintah, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) wajib untuk terdaftar sebagai peserta JKN dan begitulah perusahaan tertib terhadap peraturan dengan mendaftarkan pegawainya sebagai peserta JKN.
Sudah hampir belasan tahun Program JKN hadir dan memberikan manfaat layanan kesehatan untuk keluarga Desy. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, khususnya ketika anak pertamanya yang harus menjalani pengobatan kanker yang memerlukan biaya besar. Rabu (08/10).
Baca juga: 14 tahun jadi peserta, Priono akui BPJS Kesehatan sangat bantu keluarganya
“Alhamdulillah saya pakai BPJS Kesehatan ini sudah lama sejak tahun 2014 lalu tepat saat program ini pertama kali hadir. Waktu itu suami saya kerja, terus kami sekeluarga langsung didaftarkan dari kantornya. Jadi iurannya sudah dibayarkan kantor dari gaji suami saya setiap bulan. Merasa terbantu sekali apalagi saat ini anak saya perlu perawatan intens dan pastinya membutuhkan biaya yang cukup besar. Anak saya divonis kanker oleh dokter, jadi mau gak mau harus rutin berobat dan jalanin perawatan medis lainnya. Awal ketahuannya waktu itu diakhir tahun 2013, gejala yang dirasakannya kayak suka tiba-tiba pusing, sulit gerakin leher dan berat badannya turun secara drastis. Terus pas saya bawa ke dokter dengan berbagai pemeriksaan medis yang dilakukan, ternyata terdeteksi adanya kanker,” ceritanya.
Ibu dari tiga orang anak ini juga menceritakan bahwa anaknya sudah menjalani proses pengobatan kanker selama sembilan hingga sepuluh bulan di rumah sakit akibat kondisi kesehatan yang terus menurun dan perlunya observasi langsung oleh dokter.
Ia mengaku bahwa Program JKN ini sangat memberikan perlindungan kesehatan maupun perlindungan finansial bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Baca juga: Suratno: JKN hadir jadi penolong masyarakat tanpa pandang status sosial!
Selain itu menurutnya prosedur penggunaan Program JKN semakin memudahkan masyarakat karena saat ini untuk berobat jadi lebih gampang cukup dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu digital yang ada di aplikasi Mobile JKN. Desy juga memberikan apresiasi terkait penggunaan rujukan yang mudah digunakan dan bisa diperpanjang.
“Pengobatan kanker itu tidak sebentar, anak saya tiga bulan pertama full di rumah sakit dirawat inap karena kondisinya yang harus mendapatkan pengawasan dari dokter. Setelah kesehatannya lumayan membaik, anak saya diperbolehkan untuk berobat jalan tetapi harus rutin. Setiap bulannya dia harus menjalani kemoterapi dan radioterapi hingga dinyatakan sembuh oleh dokter. Alhamdulillahnya kami sekeluarga sudah daftar jadi peserta JKN, jadi semua tindakan dan perawatan medis yang diberikan serta obat-obat yang diberikan ditanggung keseluruhan oleh Program JKN. Cuma ada beberapa obat penunjang yang harus bayar sendiri, kata farmasinya karena tidak terdaftar dalam obat yang dijamin, tapi itu tidak menjadi masalah karena Program JKN sudah bantu bayarin semua biaya berobat anak saya,” ucap Desy penuh syukur.
Baca juga: Tak khawatir lagi berobat, Marsitoh rasakan manfaat program JKN
Setelah menjalani pengobatan yang intensif, di tahun 2025 ini anaknya dinyatakan sembuh total dan tidak lagi memerlukan pengobatan lanjutan. Ia menilai pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan selama anaknya berobat sangat baik dan tidak sama sekali membeda-bedakan pasien. Dokter yang memeriksa anaknya ramah dan informatif begitu juga perawatnya yang gesit dan membantu.
Ternyata selain pengobatan kanker anaknya, Desy, suami dan dua anaknya juga memanfaatkan layanan Program JKN untuk berobat ringan lainnya. Di akhir wawancara dengan Tim Jamkesnews, Desy mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan BPJS Kesehatan yang telah banyak membantu meringankan beban keluarga. Ia berharap ke depannya BPJS Kesehatan semakin banyak membantu masyarakat.
“Setelah melewati perjalanan panjang proses pengobatan kanker anak saya, di tahun ini dia dinyatakan sembuh total oleh dokter. Jadi sekarang udah gak perlu berobat jalan lagi. Saya berterimakasih kepada para dokter, perawat dan petugas rumah sakit yang telah membantu merawat anak saya melawan penyakitnya hingga sembuh seperti sekarang. Pelayanan yang diberikan sangat bagus dan yang paling membekasnya selama pengobatan bertahun-tahun ini semuanya dibantu oleh Program JKN. Tidak terbayang oleh saya jika harus menggunakan biaya pribadi untuk pengobatan anak saya. Kami sekeluarga juga memanfaatkan layanan JKN ini untuk berobat ringan di klinik dan saya juga bisa periksa mata secara gratis. Semoga ke depannya BPJS Kesehatan semakin jaya dan terus membantu banyak orang,” tutupnya.
