Depok (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan terus memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat banyak di tengah-tengah kesulitan ekonomi. Program ini hadir sebagai sebagai penyelamat dan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi.
Masyarakat juga diberikan akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau saat berobat di fasilitas kesehatan (faskes). Inilah yang dirasakan oleh Priono Suroso (62) yang merupakan warga Kelurahan Kalibaru, Kota Depok. Pria paruh baya yang akrab dipanggil Priono ini mengaku makin mudah mengakses layanan kesehatan cukup dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimilikinya.
“Saya sudah bergabung menjadi peserta JKN sejak pertama kali BPJS Kesehatan hadir, kurang lebih sudah 11 tahun lamanya. Awalnya terdaftar sejak saya berhenti kerja tahun 2011, lalu pemerintah menghadirkan program kesehatan ini dan semua masyarakat diwajibkan untuk daftar, saya pun ikut daftar. Keputusan yang bijak saat itu, saya mendaftarkan diri dan keluarga sebagai peserta JKN, jadi kalau lagi sakit tinggal datang ke klinik saja buat periksa. Dengan kondisi tidak bekerja, berobat ke klinik dan harus bayar terus menerus juga lumayan menghabiskan biaya. Tapi dengan adanya Program JKN, berobat jadi gratis, obat-obatpun dikasih tanpa bayar lagi. Ditambah sekarang kalau berobat bisa pakai KTP, simple kan. Tapi tetap saja, kita harus pastikan BPJS kita aktif sebelum berobat,” ujarnya, Senin (06/10).
Baca juga: Suratno: JKN hadir jadi penolong masyarakat tanpa pandang status sosial!
Baca juga: Tak khawatir lagi berobat, Marsitoh rasakan manfaat program JKN
Selama menjadi peserta JKN, Priono bersama keluarganya memanfaatkan layanan kesehatan Program JKN hanya untuk penyakit dengan keluhan ringan seperti demam, flu, batuk. Tetapi belakangan ini diketahui anaknya sempat harus menjalani rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit wilayah Kota Depok karena penyakit yang dideritanya.
Priono mengatakan bahwa sebelum anaknya mendapatkan penangan di rumah sakit, mereka sempat berobat ke klinik untuk mendapatkan rujukan. Tak hanya itu, istri Priono juga beberapa kali memanfaatkan layanan JKN untuk memeriksa kesehatan giginya. Priono mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh faskes dalam menangani pasien JKN. Pelayanan yang diberikan sangat bagus tanpa diskriminasi terhadap status pasien.
“Kalau penggunannya sejauh ini masih untuk berobat ringan aja, kayak demam, batuk, dan flu ya. Terus istri saya juga pernah pakai untuk periksain giginya ke dokter gigi. Waktu itu giginya sering sakit dan nyeri gitu dan setelah tau ternyata pelayanan ke dokter gigi gratis dan bisa dijamin Program JKN makanya istri saya langsung daftar untuk ke dokter gigi. Manfaat besar dari terdaftarnya sebagai peserta JKN itu pas anak saya harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Hasanah Graha Afiah (RS HGA) pasca pengobatan intensif penyakit hernia yang dideritanya. Anak saya harus dirawat selama tiga hari disana, alhamdulillah pelayanannya bagus, perawatnya gesit, dokternya juga ramah. Sebagai pasien BPJS, kami tidak dibeda-bedakan dengan pasien lainnya,” cerita Priono.
Baca juga: Lima tahun tak dipakai, Iuran JKN selamatkan Riri saat persalinan
Setelah layanan rawat inap di rumah sakit yang dijamin oleh Program JKN, kini anak Priono harus lanjut menjalani pemeriksaan rawat jalan secara berkala setiap bulannya untuk memastikan penyakitnya sembuh total. Selama pengobatan rawat jalan ini pun semua tindakan medis dan obat-obatan yang didapatkan masih ditanggung oleh Program JKN.
Ia sangat bersyukur semua biaya medis dijamin keseluruhan tanpa tambahan iur biaya apapun. Dengan manfaat perlindungan kesehatan yang diterimanya, Priono dengan yakin mengajak untuk semua masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN untuk segera mendaftarkan diri karena apabila sudah sakit, jaminan kesehatan pasti sangat dibutuhkan. Di tengah biaya kesehatan yang semakin tinggi dan kondisi ekonomi yang tidak bagus, Program JKN menjadi penyelamat.
“Ternyata setelah rawat inap di rumah sakit, anak saya diharuskan kontrol kembali sambil berobat jalan agar dipastikan kondisinya pulih total dan beruntungnya semua layanan yang didapatkan masih ditanggung penuh oleh Program JKN. Kami sama sekali tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Kalau dibayangkan saat itu tidak ada jaminan dari Program JKN, mungkin berjuta-juta biaya yang harus dibayarkan. Selain memberikan perlindungan kesehatan, program ini juga melindungi finansial masyarakat dari mahalnya biaya berobat. Selama ini pelayanan kesehatan yang diberikan juga lancar tanpa kendala berarti. Saya saranin sih semua masyarakat harus jadi peserta JKN karena selain itu wajib juga menjadi kebutuhan karena saat sakit kita butuh jaminan kesehatan jika tidak memiliki dana darurat,” tutupnya.
