Kabupaten Bogor (ANTARA) - Badan Kepegawaian Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyatakan pelantikan 9.687 pegawai paruh waktu akan memperkuat rasio layanan publik di wilayah berpenduduk lebih dari 6,3 juta jiwa tersebut.
Kepala BKPSDM Kabupaten Bogor Yunita Mustika Putri mengatakan sebagian besar pegawai yang dilantik merupakan tenaga kebersihan, keamanan, dan operasional sehingga membutuhkan pemerataan distribusi antar wilayah.
“Yang kita angkat 9.687 PPPK Paruh Waktu ini sebagian besar tenaga kebersihan, keamanan dan sopir. Sebisa mungkin kami meratakan penyebarannya, karena kondisi Kabupaten Bogor berbeda dengan kabupaten kota di sekitarnya,” ujar Yunita usai pelantikan PPPK Paruh Waktu di Lapangan Panahan, Kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat.
Baca juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto lantik 3.344 PPPK dan 352 CPNS
Ia menjelaskan total pegawai yang telah diangkat Pemkab Bogor sejak tahap pertama mencapai 13.258 orang, sementara 11 ribu lebih pegawai lain yang ikut seleksi CPNS, namun tidak lulus masih menunggu kebijakan pemerintah pusat.
“Masih ada 11 ribu lebih tenaga potensial yang tidak lulus CPNS. Ini yang sedang kami komunikasikan dengan pemerintah pusat,” katanya.
Menurut Yunita, kebutuhan pegawai masih bergantung pada keputusan BKN apakah pengangkatan PPPK 2026, mengikuti kuota 4.500 atau dapat dilakukan sekaligus untuk seluruh pegawai paruh waktu.
Baca juga: Pemkab Bogor jadwalkan pelantikan ribuan PPPK pekan depan
“Dengan pernyataan Pak Bupati, Kabupaten Bogor siap. Tinggal menunggu kebijakan pemerintah pusat apakah 4.000 sekian atau langsung 9.000,” ujarnya.
Ia menambahkan rasio pelayanan pegawai terhadap penduduk di Kabupaten Bogor idealnya berada pada kisaran 1 pegawai untuk 5 hingga 10 warga. Dengan penambahan pegawai paruh waktu, total pegawai kini mencapai lebih dari 33 ribu orang.
“Tinggal pemerataan penyebaran dan peningkatan kualitas SDM. Ada banyak amanah, dari sekolah rusak sampai infrastruktur, yang harus ditangani,” katanya.
