Depok (ANTARA) - Ratusan warga Kota Depok begitu antusias saat menghadiri kegiatan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan Cabang Depok bersama Komisi IX DPR RI. Acara ini bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat, kemudahan akses, serta hak dan kewajiban peserta JKN agar program ini dapat terus berlanjut.
Dalam kesempatan tersebut, Ranny Arafiq, Anggota Komisi IX DPR RI, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Program JKN ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi merupakan salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif melalui perlindungan kesehatan yang diberikan. Kamis (21/08).
Baca juga: Sudah 9 tahun jadi peserta JKN, Mutia rasakan manfaat di saat darurat
“Program JKN adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat Indonesia. Pemerintah hadir untuk menjamin perlindungan kesehatan, namun keberlangsungan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif setiap masyarakat yang terdaftar sebagai peserta JKN. Bayar iuran tepat waktu, itu sama artinya kita bergotong royong membantu sesama. Iuran yang kita bayarkan setiap bulannya digunakan untuk membantu yang sedang sakit, begitu sebaliknya dan seperti itulah mekanisme Program JKN ini berjalan. Dan bagi peserta JKN yang masih ada kendala mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes), bisa disampaikan, kami siap menampung dan membantu mencari solusi,” ujar Ranny.
Dalam kesempatan yang sama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok Widianti Utami, mengapresiasi animo masyarakat Kelurahan Tapos yang sangat tinggi ketika menghadiri sosialisasi Program JKN.
Dalam sambutannya, Widi memaparkan lebih lanjut terkait Program JKN guna menyamaratakan pemahaman masyarakat terkait Program JKN serta ia juga menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital BPJS Kesehatan agar peserta JKN bisa lebih mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan maupun informasi JKN yang ter-update.
Baca juga: Istri Kuswantoro jalani pengobatan gagal ginjal gratis pakai JKN
Sama halnya dengan Ranny, Widi juga menekankan bahwa peserta JKN yang rutin membayar iuran layaknya pahlawan karena setiap rupiah yang dibayarkan setiap bulannya adalah tanda kepedulian kepada sesama.
“Kami ingin masyarakat memiliki pemahaman yang sama terkait Program JKN. Mungkin disini masih ada masyarakat yang masih baru bergabung menjadi peserta JKN atau yang belum update terkait Program JKN. Oleh karena itu melalui kegiatan ini saya harap masyarakat Kota Depok semakin paham manfaat Program JKN serta semakin sadar akan pentingnya membayar iuran tepat waktu. Sosialisasi juga diharapkan bisa lebih mengenalkan masyarakat dengan layanan digital kami seperti Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Dengan adanya layanan online ini lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan tanpa harus datang ke kantor cabang bahkan bagi peserta yang ingin berobat ke rumah sakit bisa memanfaatkan layanan antrean online tanpa harus mengantre lama seperti jaman dulu,” ungkap Widi.
Setelah paparan materi dari BPJS Kesehatan selesai disampaikan kemudian dilanjutkan dengan segmen tanya jawab untuk memastikan peserta yang hadir mendapatkan pemahaman yang sama terkait Program JKN.
Baca juga: Galih: Berkat Program JKN istri saya bisa lahiran gratis di rumah sakit
Antusiasme peserta semakin terlihat dari banyaknya peserta yang ingin bertanya seputar manfaat dan prosedur layanan kesehatan. Salah satu peserta yang sempat diwawancarai Tim Jamkesnews, Sadira Galenta, ia merupakan seorang mahasiswa disalah satu universitas di Jakarta.
Pria yang akrab disapa Galen ini mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan sosialisasi ini. Menurutnya masih banyak masyarakat yang belum tersosialisasi secara merata mengenai penggunaan dan manfaat konkret dari Program JKN.
“Saya pernah memanfaatkan layanan JKN ini saat dirawat karena DBD, semuanya dijamin dan pelayanannya memuaskan. Dari sosialisasi ini saya baru tahu kalau lewat aplikasi Mobile JKN kita bisa ambil antre online untuk kunjungan rumah sakit tanpa harus antre berlama-lama, bahkan ternyata kita juga bisa urus administrasi kepesertaan seperti ubah kelas, ubah data identitas dan juga bisa daftar program cicilan tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan. Sosialisasi seperti ini benar-benar membuka wawasan dan membuat masyarakat lebih mengetahui mekanisme penggunaan Layanan JKN dengan tepat. Saya harap kegiatan seperti ini lebih sering diadakan, supaya masyarakat tidak salah paham dalam menggunakan layanan Program JKN,” tutup Galen.
