Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta memasang timbangan digital di depo-depo sampah untuk mengantisipasi lonjakan timbulan sampah jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Yogyakarta Ahmad Haryoko menyebut pemasangan timbangan digital untuk pendataan dan memastikan alur pengangkutan sampah terkendali.
"Baru terpasang di delapan titik. Targetnya 13 titik (depo sampah)," kata dia saat diskusi terkait pengelolaan sampah di DIY di Gedung DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Kamis.
Delapan depo yang telah dipasang timbangan digital saat ini adalah Depo Lapangan Karang, THR, Pura Wisata, Argolubang, Mandala Krida, Pringgokusuman, Nitikan, Utoroloyo, dan Sorosutan.
Haryoko mengatakan seluruh pemasangan timbangan digital ditargetkan rampung pada Desember 2025, termasuk satu lokasi yang belum dipasangi perangkat, yakni depo di dekat RRI Kotabaru, Yogyakarta.
Menurut dia, timbangan digital dipasang untuk memastikan pencatatan volume sampah harian di setiap depo.
Alat itu tidak digunakan sebagai pembatas tonase, melainkan untuk mengetahui realitas volume timbulan sampah secara lebih akurat.
"Tidak ada batasan sebenarnya. Jadi, timbangan lebih untuk mengukur, kaitannya dengan realitas, sebenarnya berapa sih dari sampah kita. Intinya untuk pendataan," ujarnya.
