Karawang (ANTARA) - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memuji langkah Bupati Karawang Aep Syaepuloh dalam menuntaskan pembebasan lahan proyek penataan daerah aliran sungai di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di daerah tersebut.
"Pembebasan lahan untuk mendukung proyek itu sudah diselesaikan oleh Pemkab Karawang," kata gubernur usai rapat koordinasi di kantor Pemkab Karawang, Kamis.
Dengan selesainya pembebasan lahan itu, maka proyek pengendalian banjir yang sudah lama ditunggu masyarakat di sekitar Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang kini siap dimulai.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Karawang Aep Syaepuloh karena telah menuntaskan pembebasan lahan untuk dimanfaatkan dalam proyek pengendalian banjir di Karawang.
Baca juga: Pemkab Karawang perkuat sinergi lintas sektor hadapi bencana hidrometeorologi
Baca juga: Polres Karawang tingkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana
Proyek tersebut merupakan bagian penting dari upaya menekan potensi banjir langganan di sekitar Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, salah satu titik genangan terparah di wilayah barat Karawang.
"Tidak ada problem. Pekerjaan sudah bisa dimulai, tinggal kontraktor jalan, karena ini pekerjaan ini akan dikerjakan oleh pemerintah pusat," katanya.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan proses administrasi dan teknis pembebasan lahan telah rampung, dan pembayaran kepada pemilik tanah akan dilakukan pada Senin (17/11).
Pemkab Karawang, katanya, telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk pembebasan lahan seluas 1,5 hektare yang akan digunakan sebagai lokasi kolam retensi dan pompa air sebagai pengendali banjir.
Baca juga: Dedi Mulyadi bangun 25 rumah panggung di Karawang dari janji seribu
Untuk nilai ganti rugi disesuaikan dengan hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik, yakni berkisar Rp280 ribu hingga Rp500 ribu per meter persegi.
"Alhamdulillah, masyarakat mau menyerahkan lahannya untuk kepentingan bersama. Kami hanya mengambil sesuai kebutuhan. Senin tinggal bayar, dan setelah itu pekerjaan bisa langsung dimulai,” katanya.
Proyek penataan daerah aliran sungai di sekitar Desa Karangligar ini akan dilaksanakan oleh BBWS Citarum, dengan estimasi anggaran mencapai Rp80-100 miliar.
