Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan Rusia tetap terbuka untuk mengadakan KTT dengan AS di Budapest dan dialog antara kedua belah pihak masih berlangsung.
"Kami masih siap untuk mengadakan KTT Rusia-AS kedua di Budapest jika benar-benar melanjutkan hasil yang telah dicapai dengan baik di Alaska. Namun, tanggalnya belum ditentukan. Kontak antara Rusia dan AS terus berlanjut," ujarnya kepada surat kabar Italia Corriere della Serra dan dimuat kantor berita Rusia, TASS pada Kamis.
Lavrov mengatakan The Financial Times "telah merilis versi palsu" dari peristiwa tersebut setelah mengaitkan pembatalan KTT Budapest dengan sebuah memorandum tentang Ukraina yang diduga dirujuk oleh Rusia.
Baca juga: Putin minta kajian uji coba nuklir
Baca juga: Keputusan Trump lanjutkan uji coba nuklir berisiko ganggu hubungan dengan Rusia dan China
Ia menuding bahwa surat kabar tersebut telah memutarbalikkan fakta dan kronologi untuk menyalahkan Moskow serta menyesatkan Presiden AS Donald Trump dari jalur menuju perdamaian berkelanjutan, daripada sekadar gencatan senjata instan.
Lavrov menuding para sponsor Eropa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berupaya menyeret Trump ke arah jalur gencatan senjata instan.
Menurut dia, hal itu karena mereka terobsesi untuk mengambil jeda dan kembali membanjiri rezim di Ukraina dengan senjata guna melanjutkan perang melawan Rusia.
Baca juga: Penyelesaian konflik Ukraina-Rusia tiru model proposal Gaza Trump
Ia menambahkan bahwa jika BBC dapat merekayasa video pidato Trump dengan menyelipkan seruan untuk menyerbu Capitol, maka menurutnya, Financial Times tidak akan ragu untuk melakukan kebohongan yang serupa.
Sumber: Anadolu
