Depok (ANTARA) - Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia (UI) Prof. Febrina Rahmayanti mengatakan di tengah meningkatnya angka harapan hidup, Indonesia kini memasuki fase penduduk menua yang tentunya menjadi tantangan besar sistem kesehatan nasional.
“Usia lanjut umumnya disertai peningkatan risiko penyakit degeneratif, karena lansia cenderung mengalami banyak masalah kesehatan yang saling terkait. Lansia dapat bebas dari penyakit, memiliki satu penyakit sistemik, atau dapat pula mengidap lebih dari dua penyakit sistemik yang disebut geriatrik,” ujarnya di kampus UI Depok, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa penyakit sistemik dan penggunaan obat-obatan dalam penyembuhan penyakit dapat menyebabkan masalah di rongga mulut, seperti mulut kering (xerostomia).
“Air liur berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam mulut. Berkurangnya jumlah air liur dapat memicu disbiosis yang meningkatkan risiko infeksi virus, bakteri, hingga jamur,” ujarnya.
Baca juga: Guru Besar FH UI mengusulkan empat poin penting dalam reformasi kepolisian
Baca juga: Guru besar UI sebut program MBG langkah besar untuk masa depan bangsa
Baca juga: Guru besar UI sarankan evaluasi sistem keselamatan di tambang Freeport
Sementara itu, gangguan kesehatan gigi dan mulut seperti gigi berlubang, peradangan gusi, sisa akar gigi, atau luka pada mukosa mulut dapat menyebabkan berbagai penyakit sistemik seperti endokarditis, kelainan kardiovaskular, rheumatoid arthritis, osteoporosis, gangguan kontrol glikemik pada penderita diabetes, stunting, hingga penyakit pencernaan.
Febrina menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif lintas disiplin untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2030.
Ia menilai, dokter gigi spesialis penyakit mulut memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional karena mampu menjembatani hubungan antara kesehatan mulut dan sistemik.
“Kesehatan mulut merupakan bagian fundamental dari tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Oleh karena itu, penanganan pasien sebaiknya dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, melibatkan dokter dari berbagai bidang, tenaga kesehatan, serta pemangku kebijakan,” kata Prof. Febrina.
Febrina juga aktif dalam kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat yang mendukung peningkatan literasi kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Ia berkomitmen memperkuat kolaborasi multidisiplin dalam sistem kesehatan nasional untuk mendukung terwujudnya Indonesia Sehat 2030 dan Indonesia Emas 2045.
Guru besar UI sebut angka harapan hidup naik jadi tantangan kesehatan nasional
Kamis, 13 November 2025 18:46 WIB
Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Febrina Rahmayanti. ANTARA/HO-Humas UI
