Kabupaten Bogor (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menambah kuota dan memperkuat akuntabilitas seleksi peserta didik baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat.
Direktur Kebhayangkaraan SMA KTB Brigjen Pol M Arif Sugiarto menyampaikan animo calon siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara pada tahun lalu mencapai 11.765 pendaftar. Dari jumlah tersebut, hanya 120 siswa diterima, dan tahun ini kuota ditingkatkan menjadi 180 siswa.
“Peningkatan ini untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak bangsa,” kata Arif di sela kunjungan Wakapolri Komjen Pol Deddy Prasetyo ke SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Baca juga: Polri percepat pembangunan SMA KTB di Gunung Sindur untuk dukung program Presiden
Proses seleksi dilaksanakan melalui polda dan kantor polisi terdekat agar masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengakses pendaftaran secara mudah. Polri menegaskan seluruh proses dilakukan transparan dan terbuka.
Karo Penmas Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan prinsip kesetaraan menjadi dasar dalam rekrutmen siswa SMA KTB. “Setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.
Trunoyudo mengatakan peningkatan animo masyarakat menunjukkan kepercayaan publik terhadap program pendidikan Polri yang selaras dengan agenda nasional. Polri berharap minat tersebut terus meningkat pada tahun ini.
Baca juga: Polri bangun lima rumah ibadah dalam satu kawasan di SMA KTB untuk perkuat toleransi
SMA KTB menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) sehingga lulusan dapat bersaing di tingkat global. Dengan pendekatan pendidikan internasional, sekolah ini ditargetkan mencetak calon generasi emas menuju 2045.
Karowatpers SSDM Polri Brigjen Pol Budhi Herdi mengatakan kesiapan infrastruktur terus dipercepat agar fasilitas pendukung mampu menampung peningkatan jumlah siswa. “Pembangunan kami targetkan rampung pada 29 Mei 2026,” katanya.
Selain memperkuat sistem seleksi, Polri menyediakan beasiswa penuh bagi seluruh siswa yang diterima. Kebijakan ini memastikan pendidikan berkualitas dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Polri menegaskan peningkatan kuota dan penguatan tata kelola seleksi merupakan bagian dari reformasi pelayanan pendidikan untuk mendukung visi pembangunan nasional.
