Jakarta (ANTARA) - Tetra Pak, perusahaan solusi pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman memperkenalkan inovasi terkininya di ajang pameran makanan dan minuman SIAL Interfood 2025 di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 12-13 November 2025.
"Kami ingin menginformasikan kepada produsen makanan dan minuman tentang teknologi kemasan siap minum atau ready to drink (RTD), kemasan nabati, dan solusi penyimpanan makanan agar tahan lama pada suhu ruangan," kata Sales Director Tetra Pak Indonesia, Hendra Wijaya dalam keterangannya, Rabu.
Dia menjelaskan dengan kemasan yang membuat penyimpanan makanan dan minuman lebih tahan lama tentunya akan semakin mengefisiensikan rantai pasok produk makanan dan minum ke berbagai wilayah di Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
Menurut Hendra sektor makanan dan minuman di Indonesia masih menjadi salah satu pasar yang paling dinamis di Asia Tenggara yang dipicu tingginya tingkat urbanisasi, meningkatnya pendapatan kelas menengah, dan adanya perubahan gaya hidup konsumen.
"Inovasi menjadi kebutuhan bisnis yang mendesak seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap pilihan makanan dan minuman yang lebih sehat, berkelanjutan, dan praktis," ujar Hendra.
Salah satu inovasi yang dihadirkan Tetra Pak di ajang ini adalah pemanfaatan protein bunga matahari sebagai bahan serbaguna untuk menjawab permintaan konsumen terhadap minuman berbasis nabati dan fungsional.
"Protein bunga matahari membuka peluang menarik bagi produsen di Indonesia untuk memenuhi peningkatan permintaan akan produk bergizi dan berkelanjutan," kata Marketing Director Tetra Pak Malaysia, Singapura, Filipina, John Jose.
Menurut Jose dengan kemampuan fleksibilitasnya, memungkinkan berbagai merek menciptakan produk berbasis nabati maupun sebagai bahan campuran yang memadukan cita rasa enak, bertekstur menarik, dan sehat.
"Apalagi konsumen di Indonesia saat ini sangat peduli terhadap gaya hidup sehat," ucap Jose.
Sejalan dengan tema "Unlocking Growth" atau membuka potensi pertumbuhan, Tetra Pak ingin memperlihatkan kepada pengunjung bagaimana lewat perangkat dan keahlian dapat mendukung inovasi terhadap seluruh rantai nilai industri makanan dan minuman termasuk untuk membuka wawasan konsumen, prediksi tren, formulasi bahan, pembuatan prototipe lewat Consumer Innovation Centres (CIC) dan Product Development Centres (PDC).
Pengunjung booth (gerai) Tetra Pak di ajang tersebut selain mendapat kesempatan untuk mendengarkan presentasi yang disampaikan secara menarik juga adanya sesi icip-icip makanan dan minuman kemasan. Pengunjung juga diperlihatkan sesi meracik kopi kemasan, serta penyajian makanan dari kemasan karton seperti tuna, koktail (buah), dan saus secara aman.
Bahkan kemasan karton ini bisa menjadi solusi bagi program makan bergizi gratis terutama dalam menyajikan susu di dalam kemasan yang aman.
Tak hanya itu Tetra Pak juga memperlihatkan proses pembuatan es krim termasuk penggunaan teknologi pembekuan, kemudian pengenalan proses produksi bahan makanan dalam bentuk bubuk (mulai dari penanganan dan pencampuran secara higienis, efisien, dan berkualitas), kemudian juga kemasan untuk produk berbasis kelapa.
Selain memperkenalkan kemasan berbagai produk makanan dan minuman, Tetra Pak juga memperkenalkan pengolahan limbah kemasan karton menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomi tinggi seperti menjadi kantong kertas, buku tulis, bahkan bahan bangunan.
