Karawang (ANTARA) - Wakil Bupati Karawang Maslani mendorong agar rumah sakit dan industri di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggunakan energi terbarukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan solusi ramah lingkungan.
"Penggunaan energi terbarukan sangat diperlukan karena lebih ramah lingkungan," kata Maslani, disela peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Rumah Sakit Primaya Karawang, Selasa.
Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui secara alami dalam waktu yang relatif singkat, seperti sinar matahari, angin, air, panas bumi dan biomassa.
Sumber energi ini bersifat berkelanjutan, tidak akan habis, dan umumnya lebih ramah lingkungan. Sebab menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil.
Wabup menyampaikan selamat dan harapannya terhadap pemanfaatan energi terbarukan di rumah sakit tersebut.
“Saya ucapkan selamat atas peresmian PLTS ini. Semoga bermanfaat dan menjadi langkah awal dari transformasi energi yang lebih besar di Karawang," katanya.
Ia berharap ke depan, semakin banyak instansi, seperti rumah sakit dan industri di Karawang yang dapat mengikuti langkah Rumah Sakit Primaya dalam menggunakan energi terbarukan.
CEO Primaya Hospital Group Leona A Karnali mengatakan sebelum menerapkan di Karawang, sebelumnya pihaknya juga menerapkan di wilayah Bekasi.
Ia menyebutkan, instalasi PLTS di Bekasi Timur selama satu tahun terakhir telah mencatat penghematan lebih dari 477.000 kWh energi, dengan efisiensi biaya sekitar Rp68 juta per tahun termasuk sewa PLTS.
Rumah Sakit Primaya PLTS atap di Karawang dibangun di lahan seluas 1.123 meter persegi dengan kapasitas 164,7 kWp.
Disebutkan, dengan kapasitas itu diperkirakan akan mampu menghasilkan energi bersih sekitar 241.330 kWh per tahun dan menurunkan emisi karbon hingga 215 ton per tahun. (KR-MAK)
