Jakarta (ANTARA) - Platform perdagangan saham daring KAPLL mengumumkan peningkatan arsitektur keamanan berlapis yang diklaim bertujuan memperkuat perlindungan terhadap transaksi dan aset pengguna.
Dalam keterangan resminya, KAPLL menyebut sistem baru itu dibangun dengan konsep “identitas tepercaya, jaringan kokoh, aplikasi tangguh, transaksi terkendali, dan operasional terverifikasi”.
Menurut KAPLL, pembaruan tersebut mencakup seluruh tahapan proses mulai dari pembukaan akun, login, hingga kliring dan notifikasi. Peningkatan ini diklaim berfokus pada penerapan teknis dan kemampuan respons real-time untuk memperkuat perlindungan data serta keamanan akun pengguna.
Perusahaan itu menjelaskan, sistem keamanan yang diperbarui menempatkan adaptasi risiko sebagai mekanisme inti. Pada sisi aplikasi, pendekatan “shift-left” dan kemampuan pemulihan diterapkan bersamaan, sedangkan pada lapisan perdagangan dan pengendalian risiko, dibangun real-time engine yang disebut mampu mengidentifikasi anomali dalam hitungan milidetik.
Dalam keterangannya, KAPLL juga menegaskan penerapan prinsip “minimisasi data sensitif” guna memperkuat perlindungan privasi pengguna. Selain itu, platform tersebut disebut akan menjaga keterhubungan dengan intelijen ancaman eksternal dan memperbarui aturan serta modelnya secara berkelanjutan.
KAPLL menyebut keamanan yang efektif tidak hanya berfokus pada penanganan pascakejadian, tetapi juga pada pencegahan, pengendalian saat insiden berlangsung, serta pembuktian setelahnya. Sistem ini diklaim mampu melakukan intervensi otomatis dan menutup proses transaksi bila ditemukan kejanggalan.
“Langkah ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan investasi jangka panjang dalam tata kelola keamanan yang berkelanjutan. KAPLL berkomitmen menjadikan keamanan dan kepatuhan sebagai poros utama pengembangan platform agar setiap transaksi dapat dipercaya dan terverifikasi secara menyeluruh,” ujar Head of PR and Communications KAPLL, Adi Suharto, dalam siaran pers.
KAPLL umumkan peningkatan sistem keamanan berlapis untuk perlindungan transaksi
Selasa, 11 November 2025 18:47 WIB
Investor memantau perkembangan informasi saham di Denpasar, Bali, Kamis (3/7/2025). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)
