Depok (ANTARA) - Perjalanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan konsisten memberikan perlindungan sosial berupa jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Dian Repita Anggraini (46) sudah merasakan langsung bagaimana Program JKN ikut berperan membantunya selama menjalani pengobatan medis.
Ibu yang akrab dipanggil Dian ini merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang kesehariannya bergelut dengan pekerjaan rumah tangga yang tiada habisnya. Semenjak nyeri sendi yang dialaminya, Dian mulai terganggu saat menjalani aktivitasnya.
Tetapi berkat Program JKN, keluhan nyeri sendi yang dialaminya bisa ditangani tanpa biaya di fasilitas kesehatan (faskes). Selasa (01/07).
Baca juga: Ria bersyukur, JKN bantu obati asam lambung
“Sebagian orang masih mengira kalau keluhan nyeri sendi dianggap sebagai bagian dari proses penuaan yang harus diterima begitu saja. Tetapi menurut saya jika sudah mengganggu harus segera diobatin sih. Saya mulai sering merasa ngilu di lutut dan pergelangan tangan, apalagi kalau pagi hari atau habis banyak beraktivitas di rumah. Awalnya saya pikir biasa saja karena umur yang sudah tidak muda lagi. Tapi makin lama makin nyeri, sampai jalan pun terasa berat. Alhamdulillahnya saya punya Kartu JKN, jadi bisa langsung periksa ke puskesmas dan mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter. Itulah kenapa kita harus pastikan Kartu JKN kita aktif, karena terkadang dalam kondisi urgent kita butuh,” ucap Dian.
Dian mengaku dirinya sudah menjadi peserta JKN sejak beberapa tahun terakhir dan rutin mengaktifkan kembali kepesertaannya ketika sudah tidak aktif. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat, terutama untuk masyarakat yang tidak memiliki asuransi kesehatan swasta dan memiliki keterbatasan finansial.
Ia juga menceritakan selama menjalani pengobatan di faskes, tidak pernah sepeser pun ia mengeluarkan uang untuk pembayaran baik untuk jasa konsultasi dokter maupun obat-obat yang diberikan.
Baca juga: Alif: JKN membuat saya tenang menjalani umrah!
Semuanya gratis karena sudah dijamin dari Program JKN. Berobat menggunakan jaminan Program JKN juga gampang, cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu digital dari aplikasi Mobile JKN.
“Dengan Program JKN, saya bisa berobat tanpa harus mikir biaya. Saat saya periksa, langsung ditangani oleh dokter, diberi obat anti nyeri serta vitamin untuk memperkuat sendi. Beberapa kali saya juga diminta datang oleh dokter untuk melakukan fisioterapi ringan dan semuanya ditanggung Program JKN. Dokter bilang nyeri sendi yang saya alami ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, aktivitas fisik berat saat mengurus rumah serta kurangnya asupan kalsium. Hal ini dijelaskan langsung oleh dokter ketika saya dirujuk ke salah satu rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untungnya ada Program JKN, jadi pas saya berobat cuma bermodalkan KTP dan aplikasi Mobile JKN saja tanpa tambahan biaya apapun,” jelasnya.
Dian juga menyampaikan rasa syukurnya karena bisa mendapatkan pengobatan yang berkualitas dan mudah diakses melalui aplikasi Mobile JKN. Ia merasa tidak perlu ragu datang ke puskesmas atau rumah sakit karena pelayanan yang diberikan juga sangat baik, semua dijelasin secara rinci.
Baca juga: Ardimas: Jangan tunggu sakit dulu, pastikan kepesertaan JKN aktif dari sekarang!
Menurutnya semua tenaga medis di faskes sudah cukup ramah dan responnya juga sangat cepat. Pelayanan yang diberikan memuaskan, tidak terlihat sedikitpun oleh Dian diskriminasi pelayanan yang diberikan pada pasien dengan jaminan Program JKN.
Dian juga berpesan kepada masyarakat untuk segera terdaftar sebagai peserta JKN dan menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan.
“Semua tenaga medisnya ramah dan cepat tanggap. Saya merasa dilayani dengan baik, walaupun saya datang sebagai peserta JKN. Tidak ada perlakuan berbeda sama sekali dan semuanya dijelaskan dengan rinci. Saya bisa tenang menjalani pengobatan karena tahu semua sudah ditanggung. Saya juga berharap masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN bisa segera mendaftar dan yang sudah punya agar terus menjaga keaktifan kepesertaan mereka. Jangan tunggu sampai sakit parah baru cari-cari solusi. Sejak sekarang, kita harus siapkan perlindungan kesehatan. Saya sendiri sangat terbantu, terutama di usia sekarang ini, di mana tubuh sudah mulai mudah lelah,” tutup Dian.
