Jakarta (ANTARA) - Tokoh industri meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) Indonesia yang juga Ketua Indonesia Congress and Convention Association (INCCA) Iqbal Alan Abdullah memperoleh dua penghargaan atau award bergengsi sekaligus dari The Asian Federation of Exhibition and Convention Associations (AFECA).
Kedua penghargaan tersebut yakni Outstanding Leader in Conventions dan Hall of Leaders Inductee berkat kontribusinya dalam pengembangan industri MICE selama lebih dari 35 tahun.
Penyerahan award diserahkan langsung oleh Presiden AFECA Dato’ Vincent Lim pada Gala Dinner and AFECA Annual Awards and AFECA Hall of Leaders 2025, setelah selesainya ajang A20 Business Event Forum dan Indonesia Business Event Forum (IBEF) 2025, di JI Expo, Jakarta.
AFECA Convention & IBEF Expo 2025 yang digelar AFECA ini bersamaan dengan peringatan 20 tahun AFECA, asosiasi industri MICE terkemuka di Asia.
Turut hadir pada ajang tersebut, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Hosea Andreas Runkat, serta delegasi dari 19 negara anggota AFECA.
Iqbal Alan Abdullah mengapresiasi dua penghargaan sekaligus yang diterimanya dari AFECA.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya tapi sebagai bukti pengakuan kepada Indonesia dengan semua perkembangan yang sudah kita lalui dalam membangun industri MICE, sebuah perjalanan cukup panjang, dan kadang penuh tantangannya,” ucap Iqbal.
Ia berharap generasi baru yang lebih dinamis dan agresif bisa berkontribusi lebih banyak ke depan dalam mengembangkan MICE di Indonesia dan Asia, sehingga bisa makin berkembang lebih maju daripada 30-40 tahun sebelumnya. Juga, membawa Indonesia dan Asia lebih berkembang pesat mengimbangi dominasi Eropa dan Amerika selama ini.
”Tahun 2024 lalu kita happy melihat Bali naik ranking 38 kota penyelenggara meeting international menurut ICCA, kita bisa dorong lagi ke 10 besar, begitu juga Jakarta, Yogyakarta, Batam, Medan dan lainnya harus bisa naik lagi,” sambung Iqbal.
Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas negara dan sektor yang terbangun melalui penyelenggaraan A20 Business Event Forum dan IBEF 2025.
“Forum ini bukan sekadar dialog, melainkan katalis kuat untuk memperkuat jejaring nasional, membangun kemitraan baru, dan mempercepat pertumbuhan industri business event Indonesia,” ujarnya.
Ni Luh Puspa juga menekankan pentingnya posisi strategis event dalam menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Event dan pariwisata saling terhubung. Keduanya mendorong pergerakan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan membuka peluang bagi UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) Ekosistem event bukan hanya panggung pertunjukan, tapi juga mesin penggerak ekonomi kreatif bangsa,” katanya.
Sementara itu, Presiden AFECA Dato’ Vincent Lim menyoroti pergeseran global yang kini menempatkan Asia sebagai kekuatan utama baru dalam industri pameran dan konvensi dunia.
“Asia bukan lagi pengikut, Asia kini memimpin dunia. Tahun 2024 jadi tonggak sejarah ketika Asia menjadi kawasan dengan ruang pameran terbesar di dunia, melampaui Eropa dan Amerika Serikat.
A20 menjadi wadah bagi suara kolektif Asia untuk bersatu dan membangun masa depan industri ini dengan kejelasan dan tujuan bersama,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan penandatanganan deklarasi antara AFECA, INCCA, dan Asperapi dalam bidang pendidikan.
Penandatanganan dilakukan Ketua Umum DPP INCCA Iqbal Alan Abdullah, Ketua Umum DPP Asperapi Hosea Andreas Runkat, dan Presiden AFECA Dato Vincent Lim, serta disaksikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.
