Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor menampilkan dua inovasi unggulan, yakni Aplikasi Ngupahan dan SiGardaMas, dalam tahapan penilaian ajang Innovation Government Awards (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara daring.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika di Cibinong, Kamis, menjelaskan bahwa keduanya mencerminkan komitmen Pemkab Bogor menghadirkan pelayanan publik adaptif dan solutif bagi masyarakat.
“Aplikasi Ngupahan (Ngabagi, Ngubah, Ngurai Sampah Makanan) dikembangkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor untuk mengatasi persoalan sisa pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga,” kata Ajat.
Baca juga: Pemkab Bogor raih penghargaan IGA 2024
Baca juga: Pemkab Bogor andalkan dua inovasi "Lapor Pak" dan "Saur Sepuh" di IGA Award 2024
Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengelola dan mendistribusikan makanan berlebih secara efisien dan berkelanjutan. Program ini juga mendorong sinergi antarperangkat daerah untuk membangun sistem pangan yang inklusif dan ramah lingkungan.
Adapun inovasi SiGardaMas (Strategi Optimalisasi Rujukan Gawat Darurat Berbasis Masyarakat) merupakan hasil gagasan RSUD Dr. K.H. Idham Chalid Ciawi. Inovasi ini berfokus pada peningkatan respons masyarakat dan fasilitas kesehatan dalam penanganan kasus gawat darurat secara cepat dan tepat.
Melalui SiGardaMas, Pemkab Bogor berupaya memperkuat jejaring rujukan medis dan edukasi publik agar penanganan darurat di wilayah Bogor lebih efisien.
Baca juga: Pemkab Bogor andalkan "Duta Inovasi Desa" dan "Cageur" pada ajang IGA 2023
Ajat menuturkan, kedua inovasi tersebut lahir dari semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di bidang pangan dan kesehatan.
“Kami ingin setiap inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata, bukan sekadar proyek birokrasi, tetapi solusi yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, partisipasi Kabupaten Bogor dalam IGA 2025 menjadi wujud nyata budaya inovatif yang terus dikembangkan di lingkungan birokrasi daerah.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan inovasi tersebut dapat menjadi contoh nasional dalam tata kelola pemerintahan yang berdaya saing, kreatif, dan responsif terhadap perubahan.(KR-MFS)
