Kota Bogor (ANTARA) - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, H Rahmatullah, mengingatkan seluruh calon jamaah haji (calhaj) 2026 untuk meluruskan niat ibadah haji semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala (SWT), bukan karena tujuan lain.
“Maka luruskan niat haji yang ikhlas, semata-mata mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak untuk yang lainnya,” kata Rahmatullah saat memberikan bimbingan manasik haji bagi jamaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Annizariyyah di Bogor, Minggu.
Dalam pembukaan materi, Rahmatullah mengutip Surat Al-Baqarah Ayat 158 yang menjelaskan tentang keutamaan Sai antara Bukit Safa dan Marwah sebagai bagian dari syiar Allah. Ia menekankan bahwa ibadah haji adalah sarana untuk memperkuat ketakwaan dan menumbuhkan keikhlasan dalam beramal.
Jamaah calhaj yang mengikuti manasik berasal dari berbagai daerah, antara lain Kota dan Kabupaten Bogor, Bandung, serta DKI Jakarta.
Baca juga: Plt Bupati Bogor minta calhaj jaga nama baik Indonesia di Arab Saudi
Rahmatullah kemudian menjelaskan keutamaan ibadah haji, di antaranya pahala besar shalat di Masjidil Haram yang setara dengan 100.000 kali shalat di tempat lain dan shalat di Masjid Nabawi yang setara 1.000 kali shalat di tempat lain. Selain itu, tawaf disebutnya sebagai amalan yang menghapus dosa, mengangkat derajat, serta menjauhkan pelakunya dari azab.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Ketua KBIHU Annizariyyah, H Hilman Shadaq, ia juga menegaskan pentingnya memahami tata cara dan rukun haji secara benar. “Di sinilah pentingnya mengikuti manasik haji guna meraih haji yang mabrur,” ujarnya.
Ia mengingatkan jamaah agar memperbanyak istighfar dan shalat sunnah seperti taubat, hajat, dan tahajud, serta memperbanyak doa agar menjadi manusia bertakwa dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah. “Tangisan taubat di hadapan Ka’bah adalah pemadam siksa api neraka,” katanya.
Baca juga: Kuota calon haji Kabupaten Bogor meningkat 100 persen lebih pada tahun ini
Selain itu, jamaah juga diminta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan menjauhi hal-hal yang dapat merusak pahala haji seperti “rafats” (ucapan atau tindakan yang mengarah pada hal seksual), “fusuq” (perbuatan maksiat, mencela atau memaki sesama), dan “jidal” (berdebat atau bertengkar).
Rahmatullah mengutip Surat Al-Baqarah Ayat 197 untuk menegaskan bahwa ibadah haji harus dijalani dengan menjaga kesucian diri, menjauhi maksiat, serta memperbanyak ketakwaan. Ia menutup materi dengan pesan agar jamaah mempersiapkan diri menjadi “pabrik sabar” demi menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
“Semoga semua jamaah bisa melakukan ibadah dengan spirit Haji Sehat, Haji Kuat, Haji Mabrur,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Operasional KBIHU Annizariyyah, Hj Enny Mulyani, turut menyampaikan materi tentang persiapan dan jadwal keberangkatan haji tahun 2026.
