Sleman (ANTARA) - Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia (BKSTI) menargetkan 30 persen program studi teknik industri di Indonesia meraih akreditasi unggul.
Target ini menjadi fokus utama pada lokakarya peningkatan akreditasi program studi (prodi) teknik industri yang digelar Universitas Islam Indonesia (UII) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu.
Ketua Umum BKSTI Nurhadi Siswanto mengatakan kegiatan ini upaya penyamaan standar mutu pendidikan tinggi teknik industri agar lebih merata di seluruh daerah.
"Variasi kualitas perguruan tinggi cukup lebar, khususnya yang berada di daerah dengan keterbatasan fasilitas. Kami berupaya mengakomodasi dan menyamakan standar minimal pendidikan teknik industri," katanya.
Seluruh prodi teknik industri di Indonesia. katanya, saat ini telah terakreditasi, namun sebagian masih berada pada tingkatan baik atau baik sekali.
"Kami ingin pemerataan, bukan hanya perguruan tinggi besar di Jawa yang unggul, tetapi juga kampus di berbagai wilayah lainnya," katanya.
Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik Hari Purnomo yang hadir sebagai salah satu narasumber kegiatan itu, mengatakan peningkatan mutu akreditasi penting untuk menjawab tantangan industri yang terus berkembang.
"Akreditasi unggul bukan sekadar status administratif, tetapi bukti bahwa sebuah prodi mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai kebutuhan dunia industri," katanya.
Ia mengatakan penyesuaian dengan regulasi baru akreditasi harus dipahami dan dipersiapkan seluruh perguruan tinggi.
“Perubahan sistem akreditasi menuntut evaluasi berkelanjutan. Kualitas harus ditunjukkan secara konsisten melalui kinerja tridharma dan kolaborasi dengan industri,” kata dia.
Anggota BKSTI saat ini tercatat 354 perguruan tinggi penyelenggara teknik industri, terdiri atas program S1, S2, hingga S3.
Angka tersebut meningkat sekitar 35 persen dalam empat tahun terakhir. Untuk mendukung percepatan akreditasi, asosiasi juga mendorong penyelarasan kurikulum inti atau body of knowledge sebagai rujukan mata kuliah di seluruh kampus anggota.
Lokakarya bertema "Instrumen Akreditasi & Kurikulum Teknik Industri: Sinkronisasi Visi Keilmuan, SDM, dan Tridharma PT untuk Peningkatan Mutu Akreditasi" tersebut, menghadirkan narasumber dari LAM Teknik dan akademisi, antara lain Prof Dr Ir Hari Purnomo MT, IPU. ASEAN Eng Dr Andi Cakravastia Arisaputra Raja ST MT, Ir Taufik ST, MM, Ph.D, IPM, serta Ir Ardiyanto ST M.Sc, AEP, IPM dan Dr Eng Ir Oke Oktavianti.
