Wamena (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mendorong percepatan penurunan stunting atau pertumbuhan lambat di 40 distrik daerah setempat.
Prevalensi stunting di Kabupaten Jayawijaya saat ini kurang lebih sebesar 37,5 persen masih cukup tinggi di Indonesia.
Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya dr Idawati Waromi Murib di Wamena, Sabtu mengatakan salah satu program utama adalah penanganan stunting di 40 distrik.
“Kami akan mendorong TP PKK kampung dan distrik di Kabupaten Jayawijaya untuk terlibat secara nyata dalam penanganan masalah stunting di wilayahnya,” katanya.
Baca juga: Menko PMK sebut stunting dan TBC jadi permasalahan mendasar kesehatan
Baca juga: Adinkes inisiasi Generasi Maju Bebas Stunting untuk pastikan anak Indonesia tumbuh sehat
Menurut dia, masalah stunting bukan hanya menjadi tugas pemerintah di daerah tetapi seluruh lembaga swasta maupun negeri seharusnya memiliki kepedulian yang sama dalam menangani masalah tersebut.
“Kehadiran TP PKK akan bersama-sama dengan pemerintah daerah dalam hal ini organisasi perangkat Daerah atau OPD teknis dalam penanganan stunting di 328 kampung dan empat kelurahan,” ujarnya.
Dia menjelaskan dukungan yang dapat dilakukan dalam penanganan stunting adalah pemberian makanan bergizi bagi bayi di bawah lima tahun atau balita, juga kepada ibu hamil dan menyusui.
“Pemberian makanan tambahan bergizi akan diberikan kepada balita dan juga ibu hamil dan menyusui melalui program Posyandu. Kami akan terlibat langsung dalam setiap program Posyandu di kampung,” katanya.
Baca juga: Dinkes Tangerang raih tiga penghargaan penanggulangan dan pencegahan AIDS hingga stunting
Dia berharap ke depan kasus stunting di Papua Pegunungan khususnya di Kabupaten Jayawijaya dapat ditekan sehingga balita di daerah ini terus tumbuh dalam lingkungan yang sehat.
“Kami harap kasus stunting di Kabupaten Jayawijaya dapat terus tertangani melalui berbagai program pemerintah daerah dan TP PKK dalam memberikan asupan gizi yang cukup bagi balita sehingga generasi muda daerah ini tumbuh menjadi generasi emas,” ujarnya.
