Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menjalankan langkah-langkah untuk mempromosikan penerapan pola makan yang lebih sehat guna mencegah peningkatan angka kejadian penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit jantung.
Sebagaimana dikutip dalam siaran pers Food Industry Asia (FIA) yang diterima di Jakarta pada Jumat, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah mengatakan bahwa upaya promosi pilihan pola makan sehat mencakup implementasi sistem pelabelan nutrisi "Nutri-Level" di bagian depan kemasan.
Sistem ini dirancang untuk memudahkan konsumen mengetahui kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk pangan yang hendak dikonsumsi.
Dengan demikian, konsumen bisa menyesuaikan asupan makanan dengan kebutuhan gizi harian mereka.
Kementerian Kesehatan juga mempromosikan pedoman makan Isi Piringku, yang mencakup informasi mengenai jenis dan porsi makanan yang disarankan untuk dikonsumsi setiap kali makan guna memenuhi kebutuhan gizi harian.
Menurut pedoman makan itu, setiap kali makan separuh piring sebaiknya diisi dengan sayuran dan buah serta sisanya diisi dengan makanan pokok dan lauk-pauk.
Isi Piringku juga mencakup rekomendasi untuk minum delapan gelas air setiap hari, melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari, serta mencuci tangan menggunakan air dan sabun sebelum dan setelah makan.
Baca juga: Dosen FKM Universitas Airlangga bagikan tips pola makan sehat selama Lebaran
Baca juga: Ahli gizi jelaskan pola tidur sehat setelah makan
