Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor memaparkan capaian dan strategi kinerja daerah dalam Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2025 yang digelar Kementerian PANRB di Gedung Serbaguna 1, Cibinong, Bogor.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika di Cibinong, Jumat, menyampaikan pemaparan tentang kinerja Pemkab Bogor, capaian indikator makro daerah, serta strategi percepatan pembangunan berbasis kesejahteraan masyarakat.
“Pemkab Bogor berkomitmen menghadirkan pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Kami bekerja sesuai fungsi, namun tidak sendiri, kami bekerja bersama dalam satu semangat kolaborasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah indikator makro pembangunan Kabupaten Bogor menunjukkan tren positif. Antara lain, penurunan tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang stabil, rasio gini yang membaik, serta menurunnya angka pengangguran terbuka.
Baca juga: Polresta Bogor dapat penghargaan pelayanan publik prima KemenpanRB
Kabupaten Bogor juga berhasil menurunkan angka stunting dari 27 persen pada tahun 2023 menjadi 18 persen pada 2025.
“Ini hasil kerja lintas sektor dengan pola intervensi langsung di lapangan. Kami dorong setiap perangkat daerah memiliki anak asuh stunting agar hasilnya dapat terukur,” katanya.
Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja tersebut, Kabupaten Bogor meraih Juara Mandaya Award Tahun 2025, penghargaan nasional atas komitmen pemerintah daerah dalam peningkatan layanan publik dan inovasi tata kelola.
Ajat menegaskan pemerintah daerah terus mengembangkan strategi pengentasan kemiskinan multisektor, meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan keterampilan dan pendapatan, serta penguatan ekosistem sosial-ekonomi.
Program unggulan seperti Bantuan Keuangan Satu Miliar Satu Desa, bedah rumah terencana, bantuan pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga miskin menjadi contoh konkret kebijakan pro-rakyat yang dijalankan Pemkab Bogor.
Baca juga: Pemkab Bogor berhasil raih penghargaan BKN RI atas peningkatan kinerja manajemen ASN
Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi pemerintahan. Melalui Command Center dan aplikasi “Besti”, Pemkab Bogor mengelola data terintegrasi lintas perangkat daerah untuk memastikan kebijakan berbasis data yang valid dan akurat.
“Pemkab Bogor berkomitmen menggunakan data berkualitas dalam setiap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kinerja,” tegas Ajat.
Dalam konteks pembangunan wilayah, Pemkab Bogor menerapkan strategi berbasis zonasi, yakni wilayah tengah sebagai kawasan pengendalian dan konservasi, wilayah barat sebagai area pertumbuhan baru, dan wilayah timur sebagai pusat percepatan ekonomi.
“Akuntabilitas bukan hanya soal laporan, tapi tanggung jawab moral dan profesional dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan KemenPANRB Seli Kurniawan menjelaskan bahwa evaluasi AKIP merupakan agenda tahunan untuk menilai kualitas manajemen kinerja pemerintah daerah, mulai dari perencanaan hingga pelaporan.
Baca juga: DPPKB Kota Bogor gelar kegiatan penguatan kinerja dan disiplin penyuluh KB
“Saat ini Kabupaten Bogor telah meraih predikat Baik, dan kami berharap tahun 2025 dapat meningkat menjadi Sangat Baik (BB),” ujarnya.
Ia menambahkan, penilaian mencakup dokumen perencanaan kinerja, pohon kinerja, monitoring dan evaluasi triwulanan, hingga pemanfaatan aplikasi pelaporan.
“Kami ingin memastikan seluruh proses manajemen kinerja di Kabupaten Bogor berjalan efektif dan terukur. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar peningkatan predikat AKIP,” kata Seli.
Evaluasi AKIP 2025 akan berlangsung hingga pekan pertama November untuk pendalaman data dan dokumen. Melalui kegiatan ini, Pemkab Bogor diharapkan semakin memperkuat integrasi sistem perencanaan, pengukuran, dan pelaporan kinerja guna mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel menuju predikat “Sangat Baik (BB)”.
