Washington (ANTARA) - Para pejabat pemerintahan Trump, termasuk utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, Wakil Presiden JD Vance, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, telah melakukan pembicaraan rahasia dengan beberapa negara untuk membentuk pasukan internasional bagi Gaza, lapor Axios.
Menurut Axios pada Kamis, mengutip sumber yang mengetahui hal itu, para pejabat tersebut berencana untuk mengajukan proposal mereka dalam beberapa minggu mendatang.
Komando Pusat AS mempelopori pengembangan rencana untuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), termasuk pembentukan pasukan polisi Palestina baru, yang akan dilatih dan diseleksi oleh AS, Mesir, dan Yordania, bersama dengan personel militer dari negara-negara Arab dan Muslim, menurut laporan tersebut.
Selain Indonesia, Azerbaijan, Mesir, dan Turki, yang telah menunjukkan kesediaan untuk menyumbangkan pasukan, negara-negara lain telah menyuarakan kekhawatiran mereka kepada AS terkait situasi keamanan di Gaza, menurut laporan tersebut.
Salah satu sumber yang terlibat dalam perencanaan tersebut menyatakan bahwa tanpa keamanan dan pemerintahan yang andal di Gaza, yang seharusnya dapat diterima oleh Israel, terdapat risiko terjebak dalam situasi di mana Israel terus-menerus melancarkan serangan terhadap target-target di wilayah kantong Palestina itu.
Sumber: Sputnik
Baca juga: PBB kecam pembunuhan warga sipil Gaza
Baca juga: Turki: Caplok Tepi Barat dan serang Gaza bukti Israel tidak ingin berdamai
Baca juga: AS tekan Israel agar tak langgar gencatan senjata
