Depok (ANTARA) - Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) memberikan pelatihan pembuatan cairan serbaguna dari hasil fermentasi sampah organik atau dikenal dengan istilah eco-enzyme di SDN Beji Timur 1 Depok, Jawa Barat.
Ketua Tim Pengabdi, Imbuh Sulistyarini, di Kampus UI Depok, Rabu, mengatakan kegiatan itu dirancang agar peserta memahami nilai ekonomi dari pengelolaan limbah.
“Melalui praktik langsung di sekolah, siswa dan guru dapat melihat bahwa limbah bukan sekadar sampah, tetapi bahan yang bisa diolah menjadi produk bernilai jual dan mendukung wirausaha hijau,” kata Imbuh.
Baca juga: Pengmas FEB UI edukasi penenun Lebak Lauk, Sembalun untuk ekonomi kreatif
Melalui kegiatan Gerakan Sosial FEB UI bertajuk “Edukasi Kegiatan Produktif Pro-Lingkungan (Pembuatan Eco Enzyme dari Limbah Organik)” itu, mahasiswa dan dosen FEB UI menjelaskan teori pengelolaan limbah, diikuti dengan praktik pembuatan eco-enzyme secara berkelompok dengan menggunakan bahan yang dibawa sendiri dari rumah.
Pelatihan pembuatan eco-enzyme itu memberikan pengalaman baru bagi warga sekolah dalam mengelola sampah secara kreatif dan produktif.
Pihak sekolah pun ingin menjadikan eco-enzyme hasil karya siswa sebagai bagian dari program kewirausahaan sekolah, sekaligus bentuk kontribusi terhadap lingkungan yang lebih bersih.
Para siswa memanfaatkan limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah, sayuran, dan sisa makanan untuk difermentasi bersama gula merah dan air.
Baca juga: LPEM UI sebut industri kripto berpotensi buka 1,22 juta peluang kerja baru
Hasilnya, sebanyak sembilan galon eco-enzyme berhasil diproduksi oleh sembilan kelas. Proses itu tidak hanya menjadi kegiatan edukatif, tetapi juga sarana membangun karakter disiplin, kerja tim, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Produk hasil pelatihan kemudian dikumpulkan untuk digunakan di lingkungan sekolah sebagai pembersih alami dan pupuk organik bagi tanaman di halaman sekolah.
Dengan begitu, pelatihan ini tidak berhenti pada teori, tetapi langsung diterapkan dalam kegiatan sekolah sehari-hari, sehingga menjadikan SDN Beji Timur 1 sebagai contoh implementasi nyata konsep green school.
Baca juga: Kontribusi untuk kebijakan, Iluni FEB UI dan Fraksi NasDem bahas tantangan APBN 2026
Pelatihan tersebut menjadi bagian konkret dari program Edukasi Kegiatan Produktif Pro-Lingkungan yang mendorong praktik ekonomi sirkular di lingkungan sekolah.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian masyarakat FEB UI menyerahkan bibit pohon dan hasil eco-enzyme yang telah difermentasi untuk dikembangkan lebih lanjut oleh pihak sekolah.
Harapannya, kegiatan itu menjadi langkah awal pembentukan proyek pembelajaran berkelanjutan tentang ekonomi hijau di tingkat sekolah dasar.
