Jakarta (ANTARA) - Veda Praxis kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan digital trust di Indonesia melalui partisipasi di ajang ISACA GRACS x IPSS 2025.
Dengan pengalaman dua dekade sebagai konsultan manajemen dengan fokus digital, GRC, dan cybersecurity, Veda Praxis untuk ketiga kalinya turut berbagi insight di ISACA GRACS dengan para profesional di bidang tata kelola digital, manajemen risiko, keamanan siber, dan privasi, melanjutkan kolaborasi panjangnya dengan ISACA Indonesia.
Diselenggarakan di Ayana Midplaza Hotel, Jakarta, acara ini merupakan kolaborasi antara ISACA IT Governance, Risk Management, Assurance, and Cyber Security (GRACS) dan Indonesia Privacy & Security Summit (IPSS) dari Grab OVO.
Mengusung tema Trust by Design: Privacy, Security, and AI Governance for the Future, konferensi ini menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan lintas sektor untuk berbagi wawasan, mengembangkan solusi, dan memperkuat sinergi dalam membangun digital trust di Indonesia.
Dari keamanan siber hingga privasi data, isu-isu yang dibahas juga menjadi fokus utama Veda Praxis dalam mendampingi klien di berbagai industri.
Tahun ini, acara ini menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dari kalangan pelaku industri, akademisi, dan regulator.
Konferensi dibuka dengan keynote speech oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Pol A Rachmad Wibowo, serta Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan Swasta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indarto Budiwitono.
Dalam pidatonya, Nezar Patria menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keamanan ruang digital nasional.
“Indonesia saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asia Tenggara, dan kepemimpinan nasional membuat peta jalan pemanfaatan artificial intelligence (AI). Namun, kita harus memastikan penggunaan AI ini aman. Untuk itu, dibutuhkan inovasi, partisipasi, mitigasi risiko, dan komitmen untuk AI yang bertanggung jawab. Mari kita berkolaborasi untuk mewujudkan ekosistem digital Indonesia,” ujarnya.
CEO & Partner Veda Praxis sekaligus Presiden ISACA Indonesia periode 2021–2025 Syahraki Syahrir turut hadir sebagai pembicara dalam sesi bertajuk Data Privacy in Practice: Navigating Legitimate Interest, yang membahas hasil focus group discussion (FGD) terkait penerapan dasar hukum legitimate interest di Indonesia.
Syahraki menyampaikan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang berlaku penuh sejak tahun lalu menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat kepercayaan digital di Indonesia.
Ia menambahkan upaya sosialisasi dan edukasi oleh pemerintah di berbagai sektor perlu terus diperkuat, disertai dengan penyusunan aturan teknis, pembentukan lembaga pelaksana PDP, serta inisiatif kolaboratif dari pelaku industri.
“Melalui kolaborasi antara Grab OVO dan Veda Praxis, kami ingin berkontribusi secara konkret dalam membantu industri memahami dan menerapkan prinsip legitimate interest dengan lebih jelas. Kami berharap inisiatif ini menjadi langkah positif menuju implementasi pelindungan data pribadi yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia," ujarnya.
Sesi ini juga menampilkan Direktur Strategi dan Kebijakan Pemantauan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Muchtarul Huda, Guru Besar Hukum Pelindungan Data Pribadi Universitas Padjadjaran Prof Sinta Dewi, dan Head of Grab Privacy Office Amelin Lim. Diskusi ini dimoderatori Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy.
Dalam rangka menyambut GRACS x IPSS 2025, Grab OVO bersama Veda Praxis sebagai applied research partner mengadakan FGD yang diikuti lebih dari 30 peserta dari berbagai sektor industri sebagai bagian dari penyusunan panduan penerapan dasar hukum legitimate interest dalam pemrosesan data pribadi.
Panduan ini akan menjadi acuan praktis bagi pelaku industri dalam menyeimbangkan inovasi, kepatuhan, dan akuntabilitas di era pelaksanaan penuh UU PDP.
Pada kesempatan ini, Grab OVO diwakili Tirza Munusamy dan Veda Praxis diwakili Syahraki juga secara simbolis menyerahkan hasil FGD kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.
Melalui berbagai inisiatif itu, Veda Praxis terus mendukung pembangunan ekosistem digital yang beretika, tepercaya, dan berkelanjutan.
Memasuki tahun ke-20, Veda Praxis kini menyediakan layanan AI Advisory untuk membantu organisasi merencanakan dan mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan secara bertanggung jawab dengan memastikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang kuat dalam setiap tahap penerapannya.
Didukung expert berpengalaman dan tersertifikasi, termasuk untuk implementasi ISO/IEC 42001:2023 terkait pengelolaan sistem kecerdasan buatan, layanan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Veda Praxis dalam membantu organisasi menavigasi kompleksitas teknologi AI dengan pendekatan berfokus pada kepercayaan dan keamanan.
Dengan semangat kolaborasi dan tata kelola yang kuat, partisipasi Veda Praxis di GRACS x IPSS 2025 diharapkan bisa mendorong terciptanya ekosistem digital Indonesia yang lebih tepercaya, tangguh, dan berdaya saing global.
Veda Praxis dukung penguatan Digital Trust Indonesia di ISACA GRACS x IPSS 2025
Selasa, 28 Oktober 2025 22:03 WIB
Veda Praxis dukung penguatan Digital Trust Indonesia di ISACA GRACS x IPSS 2025 (ANTARA/istimewa)
