Bogor (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan kembali memberikan bukti nyata manfaatnya. Seorang pegawai swasta di Jakarta, Anastasia Indri (28), membagikan pengalamannya saat menggunakan JKN untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang pernah dideritanya.
Anastasia mengaku bukan termasuk orang yang sering berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Selama ini, ia merasa sehat dan jarang mengalami keluhan serius. Namun, pada tahun lalu dirinya harus merasakan betapa pentingnya memiliki perlindungan jaminan kesehatan ketika tubuh drop akibat terjangkit DBD.
“Jujur saja, saya termasuk orang yang jarang sekali sakit. Selama jadi peserta JKN, saya jarang sekali menggunakan BPJS Kesehatan. Paling hanya berobat ringan di klinik. Tapi ketika terkena DBD, saya benar-benar merasakan betapa pentingnya program ini,” tuturnya.
Baca juga: Tidak merasa rugi gajiterpotong karena iuran JKN, Inti bagikan manfaatnya
Awalnya, Anastasia hanya mengira dirinya mengalami flu biasa karena tubuh terasa lemas, kepala pusing, dan nafsu makan berkurang. Namun, setelah tiga hari tidak kunjung membaik, ia memutuskan memeriksakan diri ke klinik yang merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sesuai dengan kepesertaannya di BPJS Kesehatan.
Di klinik, dokter melakukan pemeriksaan terdahulu dan langsung pemeriksaan laboratorium sederhana dan mendapati bahwa trombosit Anastasia menurun. Dokter kemudian menyarankan agar ia segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
“Saya agak kaget ketika dokter bilang harus dirawat. Ternyata kondisi saya cukup serius dan kemungkinan besar terkena DBD. Saya sih ga terlalu khawatir soal biaya karena saya menggunakan BPJS Kesehatan, jadi langsung diberi rujukan ke rumah sakit,” jelasnya.
Setibanya ia di rumah sakit, Anastasia menjalani serangkaian pemeriksaan tambahan. Hasilnya mengkonfirmasikan bahwa dirinya positif terinfeksi DBD. Tanpa menunggu lama, dokter memutuskan untuk melakukan rawat inap,
Baca juga: Gunakan BPJS Kesehatan periksa gigi, Erlangga: Pelayanannya baik dan gratis
Selama hampir lima hari dirawat, Anastasia mendapatkan perawatan intensif. Ia menerima infus, pemantauan kondisi setiap beberapa jam, serta pemeriksaan laboratorium harian untuk memastikan kadar trombositnya kembali normal.
Yang membuatnya lega, seluruh biaya perawatan mulai dari kamar rawat inap, obat-obatan, hingga pemeriksaan laboratorium ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Ia sama sekali tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
“Rasanya benar-benar terbantu. Kalau dihitung-hitung, biaya rawat inap dan pemeriksaan DBD itu tidak sedikit. Tapi dengan BPJS Kesehatan, saya bisa fokus pada pemulihan tanpa harus memikirkan biaya,” ungkapnya.
Menurutnya, pelayanan yang ia terima selama di rumah sakit juga sangat baik. Meski menggunakan BPJS Kesehatan, ia tetap mendapat perhatian penuh dari dokter maupun perawat. Hal ini membuatnya semakin yakin bahwa Program JKN adalah bentuk nyata perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Baca juga: Kulit kering dan alergi bikin panik, Reni: Untung ada BPJS semua ditanggung
Setelah kondisi tubuhnya membaik dan tromobosit kembali stabil, Anastasia diperbolehkan pulang. Ia hanya diminta untuk menjaga pola makan, memperbanyak minum, serta menghindari aktivitas berat sampai tubuh benar-benar pulih.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya. Ia yang sebelumnya jarang memanfaatkan BPJS Kesehatan kini menyadari betapa pentingnya tetap aktif sebagai peserta.
“Saya tidak menyesal jika gaji saya terpotong untuk jaminan kesehatan apalagi BPJS, kalau tidak terdaftar saya akan bingung mencari biaya. Setelah saya alami sendiri, saya jadi lebih bersyukur. Walaupun tidak sering dipakai, punya jaminan kesehatan itu penting sekali karena kita tidak tahu kapan sakit datang,” katanya.
Menurutnya, program ini adalah wujud gotong royong yang manfaatnya nyata, terutama ketika peserta benar-benar membutuhkan perawatan.
“Saya baru sadar sekarang jangan tunggu sakit dulu baru sadar. Dengan JKN juga kita semua bisa jadi tenang, saya bersyukur sekali menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan,” tutupnya. (MI/sd)
