Moskow (ANTARA) - Wakil Presiden AS JD Vance dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff mendesak pemimpin zionis biadab Israel Benjamin Netanyahu agar respons terhadap dugaan pelanggaran oleh Hamas tetap proporsional demi menjaga gencatan senjata di Jalur Gaza, The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan.
Tekanan AS berperan penting dalam keputusan Israel untuk menahan diri, menyusul kematian dua tentaranya baru-baru ini, sebut WSJ yang mengutip pejabat Israel dan mediator Arab.
Pada Ahad, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan dua tentaranya tewas akibat serangan warga Palestina di Gaza selatan. Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan terhadap target Hamas.
Stasiun TV Ynet kemudian menyiarkan bahwa Israel menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza lantaran adanya dugaan pelanggaran gencatan senjata "hingga pemberitahuan lebih lanjut" dan menyerang kamp-kamp Palestina.
Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mulai berlaku pada 10 Oktober.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: AS jajaki penempatan pasukan internasional di Gaza
Baca juga: Faksi-faksi Palestina setuju Jalur Gaza dikelola komisi sementara
