Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, mengerahkan 2.400 aparatur sipil negara (ASN) dalam aksi gotong royong serentak membersihkan saluran air dan 12 titik drainase yang rawan banjir.
"Untuk saluran terusan ada delapan titik yang menjadi fokus karena potensi banjir," kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar di Bangli, Minggu.
Para ASN itu mengangkat tumpukan sampah, termasuk sampah plastik dari gorong-gorong yang menjadi penyebab utama tersendat aliran air.
Untuk delapan saluran terusan air itu, kata dia, juga dibersihkan setiap dua hari sekali oleh petugas kebersihan.
Selain di kawasan Kota Bangli, gotong royong penanganan sampah juga menyasar Danau Batur yang melibatkan ASN dan masyarakat di Kecamatan Kintamani dan desa-desa sekitarnya.
Ia mengharapkan program itu dapat meminimalkan terjadinya banjir di Kota Bangli dan juga di kabupaten-kabupaten lain yang berada di kawasan hilir.
Pemkab Bangli meminta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai dan drainase.
"Ini penting menjadi kesadaran bersama karena tidak mungkin nanti di hilirnya menyelesaikan. Tetapi bagaimana di hulunya? Di hulunya ini adalah masyarakat semua untuk bersama-sama menjaga kebersihan," katanya.
Baca juga: Wamen LH ingatkan penting kelola sampah
Baca juga: Kaltim bidik investasi pengolahan sampah untuk jadi sumber energi terbarukan
