Surabaya (ANTARA) - Institut Al Fithrah (IAE) Surabaya membuktikan kampus berbasis pesantren mampu beradaptasi di era disrupsi digital melalui Wisuda XIV yang diikuti 168 sarjana dari tujuh program studi yang menegaskan sinergi antara spiritualitas, keilmuan, dan inovasi.
Wakil Rektor I Institut Al Fithrah Surabaya Dr. H. Abdul Aziz, M.HI., dalam keterangan di Surabaya, Minggu menyampaikan bahwa IAF terus bertransformasi sebagai kampus pesantren adaptif.
“Kami mengembangkan model pendidikan transformatif yang menggabungkan riset, karakter, dan pengabdian masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih berpikir kritis, berinovasi, bahkan siap gagal untuk tumbuh.
“Kami berharap para lulusan tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan semangat pengabdian yang tinggi. Gelar sarjana harus menjadi pintu menuju kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren, Institut Al Fithrah memadukan nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan dalam seluruh aktivitas akademik.
Integrasi antara tradisi pesantren dan teknologi modern menjadi ciri khas IAF dalam mencetak generasi Muslim visioner, berkarakter, dan siap berkontribusi di era digital.
Baca juga: Presiden Prabowo jelaskan tujuan bentuk Ditjen Pesantren saat ucapan selamat Hari Santri
