Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) memaksimalkan upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (Tb) di daerah.
“Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim berkomitmen berupaya semaksimal mungkin untuk menurunkan angka kasus Tb,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Sabtu.
Pernyataan ini ditekankan Jaya saat Pertemuan Ilmiah Respirologi (PIR). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimtara).
Forum tersebut menyoroti dampak perubahan iklim dan mobilitas penduduk yang tinggi terhadap isu kesehatan paru. Secara khusus, forum ini membahas efek dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim.
Baca juga: Dinkes Sulbar siapkan fasilitas layanan kesehatan terpadu satu pintu TBC dan HIV
Baca juga: Cipete Selatan terpilih jadi pemenang Kampung Siaga Tuberkulosis 2025 di Jaksel
Dalam sambutannya, Kadinkes menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap penyakit paru di Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit dengan beban kasus yang tinggi di provinsi tersebut.
Tingginya angka kasus Tb ini menuntut penanganan yang komprehensif dan terstruktur dari pemerintah. Dinkes Kaltim menegaskan keseriusannya dalam menangani masalah kesehatan prioritas ini.
"Upaya eliminasi Tb di Kaltim didukung oleh landasan hukum yang kuat," ucap Jaya.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah memiliki Peraturan Gubernur (Pergub). Pergub tersebut menjadi dasar hukum bagi berbagai upaya eliminasi dan penurunan prevalensi Tb di daerah.
Baca juga: Dinkes Kota Malang sebut kolaborasi jadi strategi identifikasi kasus TBC
Jaya mengingatkan bahwa ancaman penyakit lama, seperti Tb, tidak boleh dilupakan.
Ia memaparkan data global yang masih sangat mengkhawatirkan.
"Saat ini, sekitar 125 ribu orang meninggal karena Tb setiap tahunnya di dunia," ungkapnya.
Dinkes Kaltim, sebagai garda terdepan kesehatan provinsi, berkomitmen penuh memimpin kolaborasi ini. Upaya promotif dan preventif akan digencarkan bersamaan dengan penguatan layanan kuratif.
