• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bogor
Minggu, 7 Desember 2025
Antara News bogor
Antara News bogor
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Universitas Pancasila edukasi skrining kesehatan warga Srengseng Sawah

      Universitas Pancasila edukasi skrining kesehatan warga Srengseng Sawah

      1 jam lalu

      37.620 tiket  di Drive III Palembang periode libur Natal 2025 terjual

      37.620 tiket di Drive III Palembang periode libur Natal 2025 terjual

      2 jam lalu

      Momen Presiden Prabowo cicipi sepiring masakan pengungsi saat cek dapur di Aceh

      Momen Presiden Prabowo cicipi sepiring masakan pengungsi saat cek dapur di Aceh

      2 jam lalu

      BPOM sebut kolaborasi jadi kunci wujudkan hilirisasi obat bahan alam

      BPOM sebut kolaborasi jadi kunci wujudkan hilirisasi obat bahan alam

      2 jam lalu

      Mendikdasmen sebut ada sekolah yang direlokasi pascabencana Sumatera

      Mendikdasmen sebut ada sekolah yang direlokasi pascabencana Sumatera

      3 jam lalu

  • Kabar Daerah
      • Bogor Update
      • Depok Update
      • Sukabumi Update
      • Bekasi Update
      • Purwasuka Update
      Ketua DPRD Kota Bogor ingatkan pemuda soal urgensi pengelolaan sampah

      Ketua DPRD Kota Bogor ingatkan pemuda soal urgensi pengelolaan sampah

      24 menit lalu

      Polisi selidiki penemuan jenazah seorang perempuan di Gunungputri Bogor

      Polisi selidiki penemuan jenazah seorang perempuan di Gunungputri Bogor

      27 menit lalu

      DPRD dan Pemkot Bogor hadirkan taman lingkungan

      DPRD dan Pemkot Bogor hadirkan taman lingkungan

      4 jam lalu

      Pemkot Bogor komitmen jadikan kota ramah disabilitas

      Pemkot Bogor komitmen jadikan kota ramah disabilitas

      4 jam lalu

      Pemkot apresiasi Festival Kesetaraan Inklusi Depok jadi ruang kreatif warga

      Pemkot apresiasi Festival Kesetaraan Inklusi Depok jadi ruang kreatif warga

      13 jam lalu

      Wawalkot Depok apresiasi kreativitas pelajar dalam perencanaan bisnis

      Wawalkot Depok apresiasi kreativitas pelajar dalam perencanaan bisnis

      17 jam lalu

      Pemkot Depok data hewan terlantar lewat Platform Satu Peta Anabul

      Pemkot Depok data hewan terlantar lewat Platform Satu Peta Anabul

      6 Desember 2025 16:30

      PMI Depok kirim 100 kantong darah bantu korban bencana banjir dan longsor di Sumatera

      PMI Depok kirim 100 kantong darah bantu korban bencana banjir dan longsor di Sumatera

      5 Desember 2025 14:13

      Pemkab Sukabumi memperingati Hari AIDS Sedunia

      Pemkab Sukabumi memperingati Hari AIDS Sedunia

      6 Desember 2025 17:16

      Gerakan Pramuka Sukabumi miliki Adhyasta Pemilu

      Gerakan Pramuka Sukabumi miliki Adhyasta Pemilu

      6 Desember 2025 12:21

      Sekda Sukabumi: Barang milik daerah krusial dalam pemerintahan

      Sekda Sukabumi: Barang milik daerah krusial dalam pemerintahan

      6 Desember 2025 08:25

      Bupati Sukabumi berikan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 100 PNS

      Bupati Sukabumi berikan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 100 PNS

      5 Desember 2025 20:10

      Pemkab Bekasi salurkan bantuan logistik korban banjir rob Muaragembong

      Pemkab Bekasi salurkan bantuan logistik korban banjir rob Muaragembong

      5 jam lalu

      APRI beri bantuan 1.000 alat tangkap bubu untuk nelayan Kabupaten Bekasi

      APRI beri bantuan 1.000 alat tangkap bubu untuk nelayan Kabupaten Bekasi

      8 jam lalu

      Tol Japek bersiap hadapi lonjakan kendaraan akhir tahun

      Tol Japek bersiap hadapi lonjakan kendaraan akhir tahun

      11 jam lalu

      Pemkot Bekasi siap siaga potensi cuaca ekstrem

      Pemkot Bekasi siap siaga potensi cuaca ekstrem

      11 jam lalu

      Karawang berangkatkan 50 pelajar untuk pendidikan bela negara

      Karawang berangkatkan 50 pelajar untuk pendidikan bela negara

      4 jam lalu

      Pemkab Karawang gandeng Baznas buka donasi bencana Sumatera

      Pemkab Karawang gandeng Baznas buka donasi bencana Sumatera

      17 jam lalu

      Realisasi pendapatan dan belanja daerah Pemkab Karawang masih rendah

      Realisasi pendapatan dan belanja daerah Pemkab Karawang masih rendah

      6 Desember 2025 16:11

      KAI Daop 2 Bandung siagakan petugas di titik jalur rawan bencana jelang libur Nataru

      KAI Daop 2 Bandung siagakan petugas di titik jalur rawan bencana jelang libur Nataru

      6 Desember 2025 11:49

  • Kesehatan
    • Kemenkes sebut remaja Indonesia banyak "mager" dan kurang aktivitas fisik

      Kemenkes sebut remaja Indonesia banyak "mager" dan kurang aktivitas fisik

      7 jam lalu

      Dua inovasi kesehatan UMSurabaya lolos ke SIGMA Asia 2025 di Hong Kong

      Dua inovasi kesehatan UMSurabaya lolos ke SIGMA Asia 2025 di Hong Kong

      10 jam lalu

      Peran diagnostik krusial dukung kesehatan populasi berkelanjutan

      Peran diagnostik krusial dukung kesehatan populasi berkelanjutan

      11 jam lalu

      Papua rangkul guru hingga tokoh agama tekan kasus HIV/AIDS

      Papua rangkul guru hingga tokoh agama tekan kasus HIV/AIDS

      14 jam lalu

      Dinkes OKU Sumsel kejar target pemberian vaksin tetanus dan difteri pada siswa

      Dinkes OKU Sumsel kejar target pemberian vaksin tetanus dan difteri pada siswa

      23 jam lalu

  • Iptek
    • 40,24 persen mahasiswa IPB ingin jadi profesional di berbagai bidang

      40,24 persen mahasiswa IPB ingin jadi profesional di berbagai bidang

      2 jam lalu

      IPB University miliki pusat riset berbasis alam

      IPB University miliki pusat riset berbasis alam

      2 jam lalu

      UI pelopor standar kampus keberlanjutan global

      UI pelopor standar kampus keberlanjutan global

      2 jam lalu

      IPB University memperkuat transformasi pembelajaran digital

      IPB University memperkuat transformasi pembelajaran digital

      2 jam lalu

      IPB University dan BI kolaborasi perkuat wakaf produktif di sektor pertanian

      IPB University dan BI kolaborasi perkuat wakaf produktif di sektor pertanian

      3 jam lalu

  • Artikel
    • Arah kota yang tertelan di balik tembok beton

      Arah kota yang tertelan di balik tembok beton

      2 jam lalu

      Salmiati sang penyelamat kucing saat banjir bandang menerjang

      Salmiati sang penyelamat kucing saat banjir bandang menerjang

      7 jam lalu

      Sebatang kayu selamatkan satu keluarga dari maut longsor di Talamau

      Sebatang kayu selamatkan satu keluarga dari maut longsor di Talamau

      11 jam lalu

      Menyimak arah baru dalam modernisasi China

      Menyimak arah baru dalam modernisasi China

      14 jam lalu

      Upaya pangkas jarak distribusi pupuk ke petani

      Upaya pangkas jarak distribusi pupuk ke petani

      23 jam lalu

  • Lingkungan Hidup
    • Gubernur Bali umumkan TPA Suwung ditutup total mulai 23 Desember 2025

      Gubernur Bali umumkan TPA Suwung ditutup total mulai 23 Desember 2025

      2 jam lalu

      UI: Izin konversi hutan perlu dikaji ulang untuk minimalisir bencana

      UI: Izin konversi hutan perlu dikaji ulang untuk minimalisir bencana

      2 jam lalu

      Gunung Semeru empat kali erupsi dengan tinggi letusan 1 km pada Minggu

      Gunung Semeru empat kali erupsi dengan tinggi letusan 1 km pada Minggu

      5 jam lalu

      Belasan rumah di Sumberlangsep Lumajang terendam banjir lahar Semeru

      Belasan rumah di Sumberlangsep Lumajang terendam banjir lahar Semeru

      7 jam lalu

      BMKG sebut aktivitas sesar aktif sebabkan gempa di dua wilayah Sultra

      BMKG sebut aktivitas sesar aktif sebabkan gempa di dua wilayah Sultra

      10 jam lalu

  • Wisata
    • MALIQ & D'Essentials dan Andien serukan solidaritas publik donasi di konser amal

      MALIQ & D'Essentials dan Andien serukan solidaritas publik donasi di konser amal

      1 jam lalu

      100 musisi  lintas generasi gelar konser amal bantu korban bencana Sumatra

      100 musisi lintas generasi gelar konser amal bantu korban bencana Sumatra

      3 jam lalu

      Taman Safari Cisarua luncurkan wahana Rimba Warna kenalkan satwa nokturnal

      Taman Safari Cisarua luncurkan wahana Rimba Warna kenalkan satwa nokturnal

      7 jam lalu

      Aktor Hengky Tornando ungkap konflik film "Mengejar Restu" dipicu oleh wasiat

      Aktor Hengky Tornando ungkap konflik film "Mengejar Restu" dipicu oleh wasiat

      13 jam lalu

      Samuel Wattimena dukung objek wisata Bukit Cinta di Semarang jadi "creative hub"

      Samuel Wattimena dukung objek wisata Bukit Cinta di Semarang jadi "creative hub"

      23 jam lalu

  • Internasional
    • Gempa bumi magnitudo 7,0 guncang wilayah dekat Yakutat, Alaska Amerika Serikat

      Gempa bumi magnitudo 7,0 guncang wilayah dekat Yakutat, Alaska Amerika Serikat

      13 jam lalu

      Kapal induk China latihan militer di Pasifik, Jepang kerahkan sejumlah pesawat

      Kapal induk China latihan militer di Pasifik, Jepang kerahkan sejumlah pesawat

      23 jam lalu

      Kebakaran hutan landa Australia timur akibatkan 16 rumah hangus

      Kebakaran hutan landa Australia timur akibatkan 16 rumah hangus

      6 Desember 2025 20:02

      Dubes sebut Uni Emirat Arab konsisten dukung upaya mengatasi krisis di Sudan

      Dubes sebut Uni Emirat Arab konsisten dukung upaya mengatasi krisis di Sudan

      6 Desember 2025 16:53

      Delapan negara Muslim termasuk Indonesia desak Rafah dibuka dua arah bagi warga Palestina

      Delapan negara Muslim termasuk Indonesia desak Rafah dibuka dua arah bagi warga Palestina

      6 Desember 2025 14:07

  • Olahraga
    • Flick puji performa Ferran Torres yang buat hattrick ke gawang Real Betis

      Flick puji performa Ferran Torres yang buat hattrick ke gawang Real Betis

      2 jam lalu

      Tim bulu tangkis putri Indonesia melaju ke semifinal nomor beregu SEA Games 2025

      Tim bulu tangkis putri Indonesia melaju ke semifinal nomor beregu SEA Games 2025

      6 jam lalu

      Rachel/Febi siap hadapi pasangan nomor dua dunia Pearly/Thinaah di SEA Games 2025

      Rachel/Febi siap hadapi pasangan nomor dua dunia Pearly/Thinaah di SEA Games 2025

      7 jam lalu

      Mo Salah sebut dulu hubungan saya dengan Slot baik, tapi sekarang tidak

      Mo Salah sebut dulu hubungan saya dengan Slot baik, tapi sekarang tidak

      10 jam lalu

      Barcelona menang lawan Real Betis dengan skor 5-3

      Barcelona menang lawan Real Betis dengan skor 5-3

      13 jam lalu

  • Foto
    • Istighosah kubro untuk korban banjir bandang Sumatra di Bogor

      Istighosah kubro untuk korban banjir bandang Sumatra di Bogor

      Rabu, 3 Desember 2025 9:36

      Aksi bersihkan pusara di Taman Makam Pahlawan Bogor

      Aksi bersihkan pusara di Taman Makam Pahlawan Bogor

      Jumat, 7 November 2025 9:45

      Pohon tumbang menimpa angkot di Kota Bogor

      Pohon tumbang menimpa angkot di Kota Bogor

      Selasa, 4 November 2025 8:53

      Layanan Jempol Bahagia Disdukcapil Kota Bogor

      Layanan Jempol Bahagia Disdukcapil Kota Bogor

      Senin, 3 November 2025 8:17

      Generasi Campus Roadshow 2025 di IPB University

      Generasi Campus Roadshow 2025 di IPB University

      Jumat, 24 Oktober 2025 13:35

  • Video
    • Distribusi bantuan korban banjir Sumatera seadanya?, ini penjelasan TNI

      Distribusi bantuan korban banjir Sumatera seadanya?, ini penjelasan TNI

      Rabu, 3 Desember 2025 10:12

      BNPB punya Rp500 miliar, Purbaya siap tambah anggaran tangani bencana

      BNPB punya Rp500 miliar, Purbaya siap tambah anggaran tangani bencana

      Selasa, 2 Desember 2025 15:28

      Jangan sampai ketinggalan! promo early bir

      Jangan sampai ketinggalan! promo early bir

      Minggu, 30 November 2025 20:39

      Combo 3 view alam dalam 1 hotel

      Combo 3 view alam dalam 1 hotel

      Minggu, 30 November 2025 20:38

      Hotel bintang 5  ter-halal se-Jabar!

      Hotel bintang 5 ter-halal se-Jabar!

      Minggu, 30 November 2025 20:36

Tangis anak kala ibu pergi, di sela penantian kapal Banda Neira

Oleh Muhammad Harianto Sabtu, 25 Oktober 2025 19:27 WIB

Tangis anak kala ibu pergi, di sela penantian kapal Banda Neira

Muhammad Aqshal (27), menatap kosong ke laut Banda dari dalam kapal Pelni KM Sangiang usai berlayar dari Banda Neira menuju Ambon, Maluku, Jumat (24/10/2025). ANTARA/Harianto

Jakarta (ANTARA) - Langit Banda Neira pagi itu memancarkan cahaya lembut, menyambut kedatangan kapal Pelni yang baru bersandar di dermaga. Para wisatawan turun perlahan membawa senyum dan semangat menjelajahi pulau bersejarah.

Banda Neira, salah satu pulau kecil di gugusan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, dikenal sebagai mutiara di jantung Laut Banda.

Di sinilah sejarah panjang perdagangan rempah-rempah dunia pernah berpusat, ketika pala menjadi harta paling berharga yang membuat bangsa-bangsa asing berlayar menembus samudra.

Pulau ini menyimpan jejak kolonial Belanda yang masih lestari hingga kini, dari Benteng Belgica yang berdiri megah di atas bukit, hingga rumah pengasingan tokoh nasional Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Di setiap sudut jalannya, aroma masa lalu berpadu dengan keramahan penduduk yang hidup damai di tepi laut biru jernih.

Tak sabar menikmati keindahan itu, rombongan wisatawan bergegas menyusuri jalan kecil sejauh satu kilometer menuju penginapan.

Mereka tampak lelah setelah menempuh penerbangan Jakarta-Ambon sekitar lima jam, dan pelayaran selama 14 jam dari Pelabuhan Ambon ke Banda Neira. Namun, wajah-wajah mereka tetap memancarkan kebahagiaan, bersiap mengenal pesona Banda Neira yang berbalut kisah kolonial.

Setelah menaruh barang dan beristirahat sekitar dua jam, mereka berkumpul di halaman penginapan. Suasana pagi terasa hangat yang menandai awal liburan di ujung timur Indonesia.

Namun di antara mereka, ada satu wajah yang perlahan kehilangan warna. Muhammad Aqshal, pria 27 tahun asal Palu, Sulawesi Tengah, tiba-tiba menerima pesan duka: ibunya berpulang di kampung halaman yang jauh di seberang laut.

Ponsel di tangannya bergetar pelan, seolah membawa beban tak tertahankan. Nafasnya berat, matanya memandang kosong ke laut Banda yang tenang, menyadari ia tak bisa pulang secepat doa yang melesat.

Muhammad Aqshal (27), menatap kosong ke laut Banda dari dalam kapal Pelni KM Sangiang usai berlayar dari Banda Neira menuju Ambon, Maluku, Jumat (24/10/2025). ANTARA/Harianto

Aqshal datang ke Banda Neira bersama rekan-rekannya untuk urusan pekerjaan, sekaligus melepas penat dari hiruk pikuk ibu kota. Ia berharap menemukan ketenangan di antara gugusan pulau, jejak sejarah, dan keindahan bawah laut. Namun ketenangan itu kini berubah menjadi pilu yang tak terbayangkan.

Transportasi menjadi ujian pertama dalam duka itu. Tak ada pesawat hari itu, sebab penerbangan menuju Ambon hanya dua kali seminggu, sementara kapal kecil tak mudah menembus jarak jauh dengan biaya mahal.

Kapal Pelni berikutnya akan tiba tiga hari lagi. Tiga hari menunggu dalam sesak hati, di antara riuh wisatawan lain yang tak tahu badai sedang berputar dalam dadanya.

Ambon menjadi harapan Aqshal untuk terbang ke Palu,. Namun, tak ada armada yang bisa mengantarkannya ke Ibu Kota Provinsi Maluku itu.

Bagi Aqshal, waktu berjalan begitu lambat. Siang terasa panjang, malam semakin sunyi. Ia hanya duduk di sudut kamar penginapan, merenungi jarak yang kini menjadi pemisah antara dirinya dan sang ibu.

Dia menangis dalam diam, takut suaranya mengganggu tawa orang lain. Namun di dadanya, perih kehilangan terus berputar seperti gelombang yang tak pernah berhenti di lautan.

Setiap tiupan angin membawa kenangan masa kecil saat ia dipeluk ibu di beranda rumah. Semua itu kini tinggal bayangan di sudut mata yang basah di Pulau Banda Neira.

Bukan pilihan, hanya keterpaksaan. Di pulau indah ini, kapal adalah satu-satunya harapan. Aqshal menunggu dalam sabar, diapit sunyi dan waktu yang seolah tak ingin beranjak cepat.

Rekan-rekan Aqshal memahami kesedihannya. Mereka tak banyak bertanya, hanya menepuk bahunya pelan, memberi semangat dan doa agar ibunda tercinta diterima di sisi Sang Khalik.

Beruntung, sinyal internet masih menjangkau pulau itu. Lewat layar kecil, Aqshal menyaksikan pemakaman ibunya. Air mata jatuh tanpa henti membasahi pipi bahkan jatuh di tanah Banda Neira, ditemani suara doa keluarga yang bergema di tanah kelahiran.

Ia tak bisa menyentuh wajah terakhir ibunya, tak bisa mengantar ke peristirahatan terakhir, tak bisa berpamitan untuk selamanya. Yang tersisa hanya doa beriring air mata.

 

Opsi yang berisiko

Di sela kabar duka, Aqshal sempat mendapat satu-satunya opsi pulang, menumpang kapal mini menuju Ambon. Sedangkan kapal Pelni terakhir telah berlayar, meninggalkan Banda dalam hening dan penantian.

Rekannya menyarankan perahu kecil itu, tapi perairan Banda dikenal berbahaya. Pilihan itu berisiko untuk dipilih. Meski begitu, pikirannya terus bergejolak antara logika dan rindu. Dalam hatinya hanya ada satu keinginan sederhana, tiba di rumah, di hadapan ibu tercinta.

Namun, lautan tidak memberi izin. Ia harus menunggu kapal berikutnya yang baru datang beberapa hari lagi, sementara di Palu, pemakaman telah berlangsung tanpa dirinya.

"Andai kemarin aku diizinkan naik perahu itu, aku pasti tetap berlayar, karena dalam pikiranku hanya ada satu, ingin bertemu ibu," ujar Aqshal pelan dengan mata memerah.

Malam itu, Aqshal menangis di kamar penginapan, ditemani Alfin, rekannya dalam perjalanan. Tak ada kata yang cukup, hanya kesunyian yang panjang menggantikan air mata.

Ibunya, seorang guru SMK kelahiran 1968. Hari itu, sang ibu menghadiri tahlilan di tetangga untuk membacakan yasin. Tak lama setelah doa selesai, ia pingsan dan dibawa ke rumah sakit, tapi tak terselamatkan.

Aqshal merasa kehilangan yang tak sempat dipersiapkan. Ibunya tidak sakit, tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan, hanya pergi tiba-tiba tanpa mengucapkan sepatah kata dan pesan terakhir untuk Aqshal.

Ayah Aqshal di Palu menenangkan, memintanya tidak tergesa. “Sudah dimakamkan juga, sudah tahlilan, jadi tidak ada yang dikejar,” begitu kata sang Ayah kepada Aqshal di telepon. Namun Aqshal tahu, kepergian ibunya bukan perkara waktu, tapi rasa kehilangan yang tak bisa ditunda.

Lewat layar ponsel, ia menyaksikan pemakaman ibunya dari jauh. Video call menjadi satu-satunya jembatan antara Banda Neira dan Palu. Ia menangis pelan, menyaksikan tanah menutupi jasad perempuan yang telah melahirkannya.

Ketika akhirnya kapal Pelni KM Sangiang kembali bersandar tiga hari kemudian, Aqshal bersama rekan-rekan bergegas menuju dermaga di Pelabuhan Banda Neira.

KM Sangiang, kapal berkapasitas 500 penumpang itu menjadi urat nadi transportasi menghidupkan timur nusantara dengan rute pelayaran Ambon - Ternate - Bacan - Sanana - Namlea - Ambon - Banda - Geser-Fakfak (pergi-pulang/PP).

Dengan langkah berat dan hati yang patah, ia meninggalkan Banda Neira, membawa pulang kenangan yang tak mampu dijelaskan oleh air mata. Di benaknya, tak tersisa lagi keindahan perjalanan, hanya perpisahan yang membekas dalam diam.

Di atas kapal, Aqshal menatap jauh ke cakrawala, membiarkan angin laut menerpa wajahnya. Perjalanan ini bukan sekadar pulang, melainkan ziarah hati menuju pusara sang ibu yang kini menunggu dalam diam abadi.

Namun, ia baru bisa terbang ke Palu enam hari kemudian, setelah mengurus urusan pekerjaan dan menenangkan hati yang masih sulit menerima kenyataan.

 

Urgensi kapal Pelni

Di wilayah timur Indonesia, kapal adalah segalanya. Di saat Jawa diselimuti rel dan jalan tol, hingga transportasi modern, masyarakat di Banda Neira lebih mengenal kapal laut dan pelabuhan sebagai penghubung dengan dunia luar.

Manager Komunikasi Korporasi Pelni Ditto Pappilanda menyatakan di pulau yang indah ini, waktu seolah ditentukan oleh jadwal pelayaran. Tiga hingga empat hari sekali, kapal Pelni datang membawa penumpang, barang, dan secuil harapan baru.

"Untuk saudara-saudara kita yang di Indonesia Timur sangat terbatas. Seperti untuk wilayah Banda Neira. Karena dari tujuh hari, mereka hanya dilayani kapal Pelni tiga sampai empat hari sekali dalam setiap minggu," ucap Ditto di atas KM Sangiang yang berlayar dari Banda Neira ke Ambon.

Selain kapal Pelni, ada kapal cepat yang hanya beroperasi dua kali sepekan. Sementara pesawat kecil yang melayani rute ini terbatas, dengan kursi tak lebih dari selusin penumpang.

Keterbatasan itu membuat Banda Neira seperti hidup di ruang waktu berbeda. Satu hari penundaan kapal bisa mengubah banyak hal bagi penduduk yang menanti perjalanan penting.

Kondisi ini mencerminkan tantangan besar di wilayah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan), di mana akses transportasi laut masih menjadi perjuangan panjang di tengah arus kemajuan bangsa.

Di sisi lain, laut menjadi saksi kesetiaan kapal-kapal Pelni dalam melayani. Meskipun tua dan menua, mereka tetap berlayar menembus badai dan jarak demi melayani negeri.

Pelni telah lama menjadi tangan panjang negara di laut. Dengan pelayaran reguler, Pelni memastikan setiap pulau, sekecil apa pun, tetap terhubung dengan pusat kehidupan.

Namun, dari seluruh Indonesia, jumlah kapal yang berlayar masih jauh dari cukup, Ditto yang ikut berlayar selama 14 jam dari Banda Neira ke Ambon bercerita, idealnya, negeri ini membutuhkan sekitar 80 kapal untuk menjaga keterhubungan antarpulau.

Hitungan itu bukan sekadar angka, melainkan cermin dari kebutuhan bangsa maritim yang luas. Setiap tambahan kapal berarti memperpendek waktu tunggu dan mendekatkan keluarga yang terpisah lautan.

Saat ini, satu kapal bisa memerlukan seminggu penuh untuk kembali ke pelabuhan yang sama. Di banyak wilayah timur Indonesia, masyarakat bahkan menunggu dua minggu sekali untuk kapal berikutnya. Namun masyarakat timur terbiasa bersabar, sebab laut telah mengajarkan keteguhan dan harapan yang panjang.

Dari kajian perusahaan perkapalan nasional, jumlah ideal itu ditetapkan agar setiap rute dapat dilayani lebih dari dua kapal. Dengan begitu, tidak ada lagi wilayah yang terisolasi lama.

Dari total 26 kapal Pelni yang kini beroperasi, baru 10 yang rutin melayani wilayah timur. Padahal kebutuhan ideal di kawasan ini mencapai 30 kapal agar pelayanan bisa lebih merata.

Pelni tidak bisa sembarangan memindahkan kapal antarwilayah. Setiap trayek ditetapkan oleh pemerintah, karena Pelni menjalankan penugasan negara di rute-rute nonkomersial.

Itulah bentuk kehadiran negara di laut. Ketika jalur darat berhenti di tepi pantai, kapal Pelni menjadi penghubung yang melanjutkan janji pembangunan hingga ke pulau-pulau terpencil.

Setiap perubahan rute harus melalui persetujuan Kementerian Perhubungan. Kebijakan ini menjaga agar pelayanan tetap seimbang, terutama di masa padat penumpang seperti Lebaran dan Tahun Baru.

Di tengah keterbatasan, Pelni terus berupaya menjaga keberlangsungan armada. Setiap tahun, sebagian keuntungan disisihkan untuk memperbaharui kapal, meski biaya yang dibutuhkan tidak sedikit.

Harga satu kapal baru berkapasitas seribu orang bisa mencapai Rp1,5 triliun. Sementara keuntungan tahunan hanya sebagian kecil mencapai Rp200 miliar yang dapat dialokasikan untuk investasi armada baru

Beberapa kapal kini telah berumur empat dekade. Mereka tetap berlayar menembus ombak, membawa penumpang dan barang, sambil menunggu saatnya regenerasi yang datang perlahan.

Kondisi ini menjadi pesan penting bagi pemerintah agar lebih memahami kebutuhan rakyat laut. Keadilan transportasi harus hadir bukan hanya di darat, tapi juga di pelosok timur Indonesia.

Di timur, kapal bukan kemewahan, tapi kebutuhan. Ia menjadi tumpuan distribusi logistik hingga mobilitas masyarakat termasuk pengangkut bagi warga yang sakit ketika harus melakukan rujukan ke rumah sakit, semuanya menumpang di geladak yang menjadi ruang hidup bersama.

Kisah Aqshal menjadi cermin betapa pentingnya kehadiran kapal di perairan timur Indonesia, di mana keterlambatan pelayaran bisa berarti kehilangan harapan dan waktu, karena tak ada alternatif lain. Ini penting agar tak ada lagi Aqshal lainnya menunggu dalam duka.

Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Universitas Pattimura gelar pengabdian masyarakat bidang kesehatan di Maluku Tengah

Universitas Pattimura gelar pengabdian masyarakat bidang kesehatan di Maluku Tengah

4 Desember 2025 22:08

Mendagri dukung penuh Banda Neira jadi pusat turisme super prioritas nasional

Mendagri dukung penuh Banda Neira jadi pusat turisme super prioritas nasional

28 November 2025 06:59

Banda Neira jadi model integrasi laut dan budaya

Banda Neira jadi model integrasi laut dan budaya

27 Oktober 2025 13:23

Menjaga denyut logistik di Laut Banda

Menjaga denyut logistik di Laut Banda

26 Oktober 2025 12:51

MCC lakukan penanaman 25 bibit pohon pala di Banda Neira

MCC lakukan penanaman 25 bibit pohon pala di Banda Neira

24 Juli 2023 08:59

Pelni gratiskan kapal rede berwisata ke Pulau Kera NTT tiap Sabtu

Pelni gratiskan kapal rede berwisata ke Pulau Kera NTT tiap Sabtu

11 Oktober 2025 11:12

Kapal pesiar Le Soleal berlabuh di Jayapura

Kapal pesiar Le Soleal berlabuh di Jayapura

1 Oktober 2025 08:16

KM Kelud turunkan 2.022 penumpang di Tanjung Priok

KM Kelud turunkan 2.022 penumpang di Tanjung Priok

4 April 2025 09:12

Terpopuler

Kejaksaan Bekasi telah terima berkas perkara mantan direksi BUMD

Kejaksaan Bekasi telah terima berkas perkara mantan direksi BUMD

Tiga RT di kawasan Pluit Jakut terendam banjir rob pada Kamis siang

Tiga RT di kawasan Pluit Jakut terendam banjir rob pada Kamis siang

Persika 1951 siap taklukkan Persikotas di leg 2 Final Piala Gubernur

Persika 1951 siap taklukkan Persikotas di leg 2 Final Piala Gubernur

Disdik Depok sebut program RSSG solusi pemerataan akses pendidikan

Disdik Depok sebut program RSSG solusi pemerataan akses pendidikan

Pemkab Karawang membangun mal pelayanan publik di Cikampek

Pemkab Karawang membangun mal pelayanan publik di Cikampek

Top News

  • Ketua DPRD Kota Bogor ingatkan pemuda soal urgensi pengelolaan sampah

    Ketua DPRD Kota Bogor ingatkan pemuda soal urgensi pengelolaan sampah

    24 menit lalu

  • Polisi selidiki penemuan jenazah seorang perempuan di Gunungputri Bogor

    Polisi selidiki penemuan jenazah seorang perempuan di Gunungputri Bogor

    27 menit lalu

  • MALIQ & D'Essentials dan Andien serukan solidaritas publik donasi di konser amal

    MALIQ & D'Essentials dan Andien serukan solidaritas publik donasi di konser amal

    1 jam lalu

  • 37.620 tiket  di Drive III Palembang periode libur Natal 2025 terjual

    37.620 tiket di Drive III Palembang periode libur Natal 2025 terjual

    2 jam lalu

  • 40,24 persen mahasiswa IPB ingin jadi profesional di berbagai bidang

    40,24 persen mahasiswa IPB ingin jadi profesional di berbagai bidang

    2 jam lalu

Antara News bogor
megapolitan.antaranews.com
Copyright © 2025
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Kabar Daerah
  • Ekonomi
  • Iptek
  • Artikel
  • Lingkungan Hidup
  • Wisata
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA