Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Banten menyebutkan minum air putih, oralit atau minuman elektrolit jadi solusi awal sebagai pertolongan ketika seseorang mengalami keracunan makanan.
"Jika memungkinkan, beri makanan ringan yang mudah dicerna. Ini adalah penanganan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah," kata Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni di Tangerang Sabtu.
dr Dini mengatakan gejala keracunan makanan bisa muncul beberapa jam bahkan hingga satu hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Selain itu, gejala keracunan makanan bisa bervariasi tergantung jenis bakteri atau zat berbahaya yang masuk ke tubuh. Tanda-tanda umum yang sering muncul antara lain mual, muntah dan diare.
Baca juga: Minum air putih dan simpan sisa makanan jika alami gejala dugaan keracunan MBG
Baca juga: Pamekasan ambil sampel makanan kasus keracunan siswa
Baca juga: Presiden perketat SOP MBG untuk cegah insiden keracunan
"Kadang disertai darah, kram atau nyeri perut, demam ringan hingga sedang, lemas, hilang nafsu makan, serta sakit kepala,” ungkap dr. Dini
Namun, jika gejala dirasakan semakin berat atau tidak kunjung membaik, dr. Dini mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke klinik, puskesmas terdekat atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Masyarakat penting menjaga kebersihan makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian, serta memastikan bahan makanan dalam kondisi segar dan matang sempurna.
"Upaya ini diharapkan dapat mencegah kasus keracunan makanan yang dapat membahayakan kesehatan," katanya.
