Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, pada Jumat (24/10) mengatakan bahwa Badan PBB Bantuan untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) tidak akan dilibatkan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
"UNRWA tidak akan memainkan peran apa pun di sana... UNRWA sudah menjadi bawahan Hamas," kata Menlu Rubio kepada wartawan di Israel.
Rubio menambahkan bahwa sekitar 8-12 kelompok terlibat dalam upaya penyaluran bantuan di lapangan, termasuk organisasi Samaritan’s Purse.
Menlu menegaskan bahwa PBB selalu hadir di Gaza dan AS siap bekerja sama dengan badan dunia itu jika koordinasinya berjalan efektif.
Baca juga: UNRWA sebut 300.000 siswa Palestina di Jalur Gaza akan kembali bersekolah
Baca juga: Ribuan guru UNRWA siap bantu didik lagi anak-anak di Jalur Gaza
Baca juga: UNRWA rilis video baru tunjukkan parahnya krisis kemanusiaan di Gaza
Pada Rabu (22/10) Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa Israel berkewajiban memfasilitasi operasi bantuan PBB, termasuk UNRWA.
Mahkamah menyatakan bahwa, sesuai dengan Pasal 105 Piagam PBB, Israel harus memastikan penghormatan penuh terhadap hak istimewa dan imunitas yang diberikan kepada PBB, termasuk badan, entitas, dan pejabat mereka di Palestina.
Meski Israel pernah menuding UNRWA telah disusupi, hakim ICJ Yuji Iwasawa menyatakan Israel belum memberikan bukti bahwa sejumlah besar staf UNRWA adalah anggota Hamas atau organisasi esktremis lainnya.
PBB juga menolak tudingan apa pun yang mengaitkan UNRWA dengan Hamas, kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq pada Jumat.
Sumber: Sputnik-OANA
