Bogor (ANTARA) - Esti (24), seorang pegawai swasta asal Kabupaten Bogor, yang aktif sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan segmentasi Peserta Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan oleh pemerintah. Ia menceritakan pengalamannya saat dirinya mendampingi ibunya menjalani operasi pengangkatan benjolan di payudara atau Fibroadenoma mammae (FAM). Baginya, Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan bukan hanya sekedar kartu identitas kesehatan, tapi benar-benar menjadi penyelamat bagi keluarganya.
“Ibu saya punya benjolan di payudara. Awalnya kecil, kami pikir biasa saja. Tapi lama-lama terasa nyeri dan makin membesar. Akhirnya saya bawa ke puskesmas dan dari sanalah langsung dirujuk ke rumah sakit,” ungkap Esti, Rabu (30/07).
Esti mengaku tidak tahu harus bagaimana, jika tidak ada BPJS Kesehatan. Ia sendiri terdaftar sebagai peserta PBI dari pemerintah. Meski awalnya sempat ragu menggunakan layanan sebagai peserta bantuan, pengalaman ini mengubah pandangannya secara drastis.
“Saya kira, karena kami peserta bantuan, pelayanannya akan beda. Ternyata tidak, dari puskesmas sampai rumah sakit, semuanya dilayani dengan baik. Tidak ada biaya sama sekali, dari awal periksa sampai operasi,” ujarnya.
Baca juga: Akses mudah, pelayanan ramah: Inilah alasan Sutrisno setia pada JKN
Esti mengatakan, setelah dirujuk dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), ibunya menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Mulai dari ultrasonografi (USG), biopsi, hingga konsultasi dengan dokter spesialis. Prosesnya cepat dan jelas, semua dibantu oleh petugas rumah sakit.
“Ibu saya sempat takut ketika harus dioperasi, tapi karena penjelasan dokternya juga baik, kami jadi tenang. Hal yang bikin lega lagi, semuanya ditanggung BPJS Kesehatan, tidak diminta bayar apapun dari pihak rumah sakit, bahkan obat setelah operasi pun gratis,” jelas Esti.
Ia mengaku jika memang pengobatan ini harus berbayar ia tidak sanggup untuk membayar biaya operasi. Oleh sebab itu, keberadaan BPJS Kesehatan menjadi penolong keluarganya terutama ibunya untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
“Kalau harus bayar sendiri, mungkin saya bingung harus bagaimana mencari biaya kemana lagi. Tapi karena saya sudah terdaftar sebagai PBI, saya tidak perlu khawatir. Ini benar-benar membantu. Saya sangat bersyukur,” ungkapnya.
Baca juga: BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Program JKN di Citereup, Bogor
Esti juga menyoroti pelayanan rumah sakit yang menurutnya sangat baik. Ibunya dirawat dengan penuh perhatian, tidak ada perbedaan dengan pasien umum lainnya. Semua tenaga medis bekerja profesional dan penuh empati.
“Saya yang menemani ibu saya dari pemeriksaan sampe 1 minggu dirawat di Rumah Sakit Melania Bogor. Perawatnya ramah, dokternya juga menjelaskan semuanya dengan detail. Saya tidak merasa ada perlakuan yang berbeda, walaupun kami bukan pasien umum ya,” tambahnya.
Setelah operasi berjalan lancar, kini kondisi ibunda Esti berangsur membaik. Ia pun rutin membawa ibunya kontrol ke rumah sakit sesuai jadwal yang diberikan dokter. Semua masih dalam perlindungan Program JKN, tanpa dipungut biaya apa pun.
“Kalau saat ini Ibu saya sudah membaik tinggal pemulihan saja. Alhamdulillah, semua lancar. Saya jadi makin yakin, BPJS membantu dan tidak membedakan ya. Asal kita ikut prosedurnya semua ditangani,” katanya.
Baca juga: Tanpa biaya tambahan, Awang Yanuar jalani operasi batu empedu dengan BPJS Kesehatan
Esti juga menceritakan pengalamannya saat menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk pendaftaran pengobatan ibunya. Saat ia kesulitan dan kebingungan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ibunya.
“Iya saya juga memakai aplikasi Mobile JKN untuk pemeriksaan ibu saya, alurnya gampang ko, semuanya tinggal ikut prosedur aja. Bener-bener tidak ada kesulitan, malah lebih mudah sama cepat,” ungkapnya.
Kemudahan yang dirasakan oleh Esti saat kondisi seperti ini sangat dirasakan. Saat iya harus mengurus berkas rujukan, ternyata dengan aplikasi Mobile JKN rujukan sudah terdaftar.
“Saya pikir bakal rumit untuk mengurus rujukan, ternyata sudah ada di pendaftaran buat rujukannya. Di RS Melania Bogor semua petugasnya ramah-ramah juga, tanpa biaya apapun dari pertama masuk,” tutupnya. (MI/sd)
