Jakarta (ANTARA) - Sebulan setelah menggemakan semangat patriotisme di tanah bersejarah Morotai, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi-Universitas Indonesia (Kementrans-UI) kini menerjemahkan spirit tersebut ke dalam aksi nyata yang relevan dengan tantangan zaman. Melalui program “Goes To School” yang berevolusi.
Ketua TEP Kementrans-UI Morotai, Dr. Rachma Fitriati, Kamis menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan pengejawantahan dari arahan Menteri Transmigrasi, Dr. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengenai pentingnya “Desentralisasi Kepemimpinan”.
Menurutnya, kepemimpinan sejati tidak hanya terpusat, tetapi juga tumbuh di setiap individu yang mampu merespons tantangan di sekitarnya.
“Kami berangkat dengan keberanian seorang pionir dan pulang dengan kebijaksanaan seorang pemimpin. Kebijaksanaan itu kami terjemahkan dengan meninggalkan warisan (legacy) yang paling fundamental: pengetahuan untuk bertahan hidup. Dari semangat patriotisme yang abstrak, kita beralih ke patriotisme konkret, yaitu melindungi sesama dan lingkungan dari ancaman nyata seperti kebakaran,” ujar Dr. Rachma, yang juga merupakan dosen di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI).
TEP Kementrans-UI adalah program kolaborasi strategis antara Kementerian Transmigrasi RI dan Universitas Indonesia yang bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan di kawasan transmigrasi dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Program ini mengirimkan mahasiswa, dosen, dan alumni UI untuk mengabdi, berinovasi, dan menumbuhkan inspirasi di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kali ini, dalam Program Goes To School, TEP Kementrans-UI Morotai menggandeng Satuan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Kabupaten Pulau Morotai untuk menyelenggarakan literasi kebencanaan, sebuah langkah strategis untuk membangun resiliensi masyarakat dari tingkat paling dini.
Kegiatan yang digelar di SD 1 Unggulan, SMP 1 Unggulan, SD Muhammadiyah 1, SD GMIH LOC, SMP Kristen Daruba ini diikuti sekitar 500 siswa, dari kelas 1 hingga 6, diperkenalkan pada sains di balik api, cara-cara mitigasi, hingga simulasi pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan praktik dalam pemadaman kebakaran menggunakan selang dan nozle
Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Muhamad Rizki, memberikan apresiasi pada TEP Kementrans-UI Morotai yang telah memberikan literasi tentang pentingnya pengenalan antisipasi kebakaran sejak dini kepada anak. Inisiatif ini menjadi sangat relevan mengingat kondisi Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik dan memiliki kerawanan bencana yang tinggi.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Erwin Sutanto, menjelaskan, berbagai studi menunjukkan masih rendahnya tingkat literasi kebencanaan di kalangan masyarakat, termasuk anak-anak usia sekolah. Pendidikan mitigasi sejak dini terbukti secara ilmiah mampu membentuk naluri kesiapsiagaan yang akan melekat hingga dewasa, mengurangi risiko korban jiwa, dan meminimalkan kerugian material.
Kasatpol PP Linmas dan Damkar, Anwar Sabadar, menyambut baik kolaborasi ini sebagai terobosan dalam edukasi publik. Ia menekankan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya reaktif saat bencana terjadi, tetapi juga proaktif dalam pencegahan.
Melalui kegiatan ini, motto “Pantang Pulang Sebelum Padam” tidak lagi hanya milik petugas, tetapi ditanamkan sebagai nilai karakter keberanian dan tanggung jawab kepada para siswa.
“Anak-anak tidak hanya belajar tentang api, mereka belajar tentang keberanian, ketenangan, dan cara mengambil keputusan di bawah tekanan. Pengalaman mencoba langsung memegang selang pemadam dan berinteraksi dengan petugas kami membangun kepercayaan diri mereka. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan komunitas yang lebih tangguh,” tandas Anwar.
Antusiasme para siswa dan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai, Mauluddin Wahab, S.Pd, serta Kepala SD 1 Muhammadiyah, Fahriyani Ence S.Pd, menjadi bukti bahwa pendekatan edukasi yang partisipatif dan esperiensial merupakan metode yang paling efektif.
Kegiatan “Goes To School” ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah laboratorium sosial untuk mencetak generasi emas Morotai yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Legacy Tim Ekspedisi Patriot UI di Morotai: Dari semangat patriotisme ke keterampilan selamatkan nyawa
Kamis, 23 Oktober 2025 11:01 WIB
Legacy Tim Ekspedisi Patriot UI di Morotai (ANTARA/istimewa)
