Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menggelar lokakarya peningkatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan dalam persiapan implementasi layanan terpadu satu pintu Tuberkulosis (TBC) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV).
"Layanan terpadu TBC-HIV merupakan langkah penting dalam mempercepat deteksi, diagnosis dan pengobatan pasien," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim di Mamuju, Rabu.
Lokakarya peningkatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan itu, diikuti 34 peserta dari berbagai rumah sakit dan puskesmas yang memiliki layanan TBC dan HIV dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dan Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS).
Baca juga: Madiun lakukan skrining deteksi penyakit menular TB dan HIV
Baca juga: Mukomuko jemput bola layani pengobatan cegah penyebaran penyakit TB dan HIV
Lokakarya tersebut menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, antara lain penyusunan rencana penerapan pelayanan terpadu satu pintu di fasilitas layanan kesehatan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam manajemen kolaborasi TBC-HIV;
Selain itu, penguatan jaringan lintas program dan lintas sektor serta optimalisasi masyarakat dan organisasi masyarakat dalam mendukung pelayanan TBC-HIV.
Ia mengatakan komitmen Dinkes Sulbar menjadikan kegiatan itu sebagai pijakan awal menuju layanan TBC-HIV terpadu yang lebih efektif dan terfokus pada pasien, sejalan dengan upaya nasional menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC dan HIV di Indonesia.
Baca juga: Jumlah Orang Terjangkit Dan Sekarat Akibat Tuberkulosis Turun
Model layanan terpadu tersebut, ujar dia, memungkinkan pasien TBC dan HIV mendapatkan layanan skrining, pengobatan, serta pemantauan dalam satu fasilitas.
"Sehingga, kita dapat memastikan layanan yang cepat, efisien dan berkeadilan bagi masyarakat," ujar Nursyamsi.
Berdasarkan data dari aplikasi TB 06 SITB per 10 Juni 2025, total 1.484 kasus TBC telah ditemukan di Sulbar dari target 4.546 kasus
Data pada awal 2025, jumlah kasus HIV di Sulbar mencapai 206 penderita.
Kasus tertinggi di Kabupaten Polewali Mandar (87 kasus), diikuti Mamuju (55), Majene (29), Pasangkayu (15), Mamuju Tengah (13), dan Mamasa (7).
